PT ADARO Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan kehilangan laba besar setelah menjual PT Adaro Andalan Indonesia (AAI), anak usaha yang menggarap bisnis batu bara termal. Namun, aksi ini sejalan dengan niat Adaro berekspansi ke bisnis nonbatu bara.
Hitungan DBS, AAI bakal menyumbangkan laba bersih US$ 800 juta ke Adaro tahun ini atau setara 80% dari total US$ 1,1 miliar. Artinya, Adaro akan kehilangan laba sebesar itu setelah melepas AAI.
DBS menilai valuasi AAI senilai US$ 2,5 miliar sudah sesuai, yakni setara PER 3 kali. Apalagi, AAI adalah perusahaan batu bara termal menguntungkan dan berada di posisi kedua nasional di bawah PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Dalam pandangan DBS, penjualan seluruh saham AAI adalah langkah maju dalam transformasi Adaro menjadi perusahaan induk energi terintegrasi, bukan sebatas tambang batu bara. Ini akan mengurangi eksposur Adaro ke bisnis batu bara termal.
“Imbasnya, akses pendanaan Adaro akan lebih terbuka. Investor juga bakal mendukung Adaro menggarap proyek energi baru terbarukan,” tulis DBS dalam catatan, Kamis (12/9/2024).
Target Harga dan Rekomendasi
Sejauh ini, detail transaksi AAI belum jelas. Namun, pemegang saham Adaro sepertinya memang berniat melepas nilai dari bisnis batu bara.
DBS mempertahankan rekomendasi buy saham ADRO dengan target harga Rp 4.000. Broker ini menilai, transaksi ini akan strategi pivot Adaro dari industri batu bara.
Sebelumnya, Adaro berencana menjual sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimilikinya pada PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) atau dahulu bernama PT Alam Tri Abadi.
Manajemen Adaro mengungkap mengenai mekanisme rencana transaksi. Rencana transaksi dilakukan melalui mekanisme penawaran umum atas saham AAI sesuai peraturan perundangan-undangan pasar modal yang berlaku, termasuk POJK 76/2017.
Adaro Energy akan memberikan kesempatan kepada pemegang saham perseroan untuk berpartisipasi dalam rencana transaksi sebagai pembeli, yang dilaksanakan secara bersamaan atau berkesinambungan dengan proses penawaran umum AAI. Editor: Harso Kurniawan
Sumber: investor.id, 12 September 2024
