Menengok Data Ekspor Nikel NPI RI yang Kini Terjegal Masuk Eropa

Baru-baru ini, Eramet menyatakan produk olahan setengah jadi dari bijih nikel berupa besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) asal Indonesia telah kehilangan akses ke pasar Eropa akibat aturan jejak karbon (carbon footprint) benua tersebut.

“Pengetatan aturan karbon Eropa makin memperbesar kerugian biaya bagi material dengan intensitas karbon tinggi,” ungkap Eramet, seperti disitir dari Shanghai Metals Market, akhir September.

Aturan yang disebut Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon atau Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa (UE) tersebut telah masuk ke fase definitif pada tahun ini.

CBAM merupakan kebijakan tarif atau pajak karbon lintas batas yang diterapkan oleh Uni Eropa pada produk impor berdasarkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses pembuatannya.

Akibatnya, intensitas karbon menjadi faktor yang makin krusial bagi daya saing produk yang mengandung nikel dan bahan baku baja nirkarat.

Lantas, bagaimana data ekspor NPI Indonesia termasuk ke Eropa?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2026, ekspor NPI yang tercatat dalam kode HS 72026000 (ferro nickel) sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 5,98 juta metrik ton (mt).

Kendati begitu, tidak terdapat negara Eropa yang masuk ke negara tujuan ekspor NPI Indonesia sepanjang semester I-2026 tersebut.

China tercatat menjadi negara tujuan ekspor terbesar yang mencapai 5,86 juta mt, sementara sisanya; Korea Selatan 69.127 mt, India 45.535 mt, Taiwan 6.657 mt, dan Jepang 45 kilogram (kg).

Adapun, sepanjang 2025, ekspor NPI Indonesia tercatat mencapai 11,56 juta mt atau naik sekitar 19,54% dibandingkan dengan ekspor sepanjang 2024 sebanyak 9,67 juta mt.

Negara tujuan ekspor NPI terbesar diduduki oleh China yang pada 2025 tercatat sebesar 11,11 juta metrik ton dan pada 2024 sebesar 9,16 juta metrik ton.

Sementara itu, negara Eropa yang menjadi tujuan ekspor, pada 2025 tercatat pada Belanda dengan total ekspor hanya sekitar 50.846 mt.

Pda 2024, ekspor NPI ke Eropa tercatat memasuki Jerman sebesar 27.000 mt, Italia 21.131 mt, Belanda 100.041 mt, dan Inggris 22.881 mt.

Berikut daftar negara tujuan ekspor NPI Indonesia pada 2025 dan 2024:

2025 (11,56 juta metrik ton):

  • China: 11,11 juta metrik ton
  • India: 197.737 metrik ton
  • Korea Selatan: 175.203 metrik ton
  • Belanda: 50.846 metrik ton
  • Taiwan: 15.744 metrik ton
  • Meksiko: 8.000 metrik ton
  • Afrika Selatan: 187 metrik ton
  • Jepang: 20 metrik ton

2024 (9,67 juta metrik ton):

  • China: 9,16 juta metrik ton
  • Malaysia: 220.656 metrik ton
  • India: 179.991 metrik ton
  • Korea Selatan: 134.174 metrik ton
  • Belanda: 100.041 metrik ton
  • Taiwan: 48.007 metrik ton
  • Jerman: 27.000 metrik ton
  • Inggris: 22.881 metrik ton
  • Italia: 21.131 metrik ton
  • Afrika Selatan: 648 metrik ton
  • Jepang: 3 kg. (azr/wdh)

Sumber:

– 07/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Pengusaha Pertambangan Sebut Serapan Domestik jadi Tantangan Hilirisasi

baca selengkapnya

Volume Produksi dan Efisiensi Menguat, Intip Prospek dan Target Saham NCKL

baca selengkapnya

Produksi Batubara On Track 48,5 Juta Ton, PTBA Tunggu Persetujuan RKAB 2027 dari ESDM

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top