PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$102 juta pada semester I/2026, berbalik dari rugi sebesar US$16 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini ditopang oleh penguatan kinerja bisnis nikel dan emas di sepanjang paruh pertama tahun ini.
Sepanjang semester I/2026, pendapatan konsolidasian MDKA meningkat 64% secara tahunan menjadi US$1,40 miliar, dari US$855 juta pada semester I/2025. EBITDA juga melonjak 191% menjadi US$512 juta, dibandingkan US$176 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Manajemen MDKA dalam keterangan resminya mengatakan tren pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan kontribusi dari portofolio operasi utama Grup Merdeka.
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) tetap menjadi kontributor terbesar terhadap EBITDA MDKA pada semester I/2026, didukung peningkatan volume penjualan dan harga bijih nikel yang lebih kuat, serta kontribusi dari High-Grade Nickel Matte (HGNM), Nickel Pig Iron (NPI), dan produk asam.
Di sisi lain, lanjut manajemen, penguatan kontribusi portofolio pertambangan emas turut menopang kembalinya MDKA ke posisi laba. Kontribusi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berpotensi semakin besar pada semester II/2026, seiring berlanjutnya peningkatan produksi di Tambang Emas Pani.
“Kinerja semester I/2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka, didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas. Pada saat yang sama, EMAS masih menjalani fase peningkatan produksi, dengan produksi yang diperkirakan akan lebih besar pada semester kedua tahun ini. Fokus kami tetap pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama Grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka Copper Gold.
Dari sisi operasional, produksi emas Grup Merdeka meningkat 32% secara tahunan menjadi 66.814 ounce pada semester I/2026.
Tambang Emas Tujuh Bukit menjadi kontributor utama dengan produksi 49.402 ounce, sementara Tambang Emas Pani menyumbang 17.412 ounce setelah memulai operasi pada tahun ini. Adapun total penjualan emas meningkat 3% menjadi 61.561 ounce.
Kinerja operasi nikel juga menunjukkan pertumbuhan. MBMA memproduksi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) bijih nikel pada semester I/2026, meningkat 121% secara tahunan, sementara penjualan bijih naik 60% menjadi 12,4 juta wmt.
Peningkatan tersebut ditopang oleh utilisasi peralatan yang lebih tinggi, efisiensi pengangkutan, serta produktivitas yang lebih kuat dari area tambang utama.
Sementara itu, kinerja pengolahan nikel MDKA juga menguat. Produksi dan penjualan NPI meningkat 20% secara tahunan seiring operasi smelter yang lebih stabil, sedangkan produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat dan penjualannya tumbuh 72%.
Manajemen juga menyampaikan,MDKA tetap melanjutkan pengembangan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang. Proyek Tembaga Tujuh Bukit telah memasuki tahap feasibility study, sementara Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan proyek Carbon-in-Leach (CIL).
Pada lini material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt terus memajukan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) menuju dimulainya produksi pada semester II 2026.
Pada bisnis emas, kontribusi Tambang Emas Pani diperkirakan meningkat pada semester II/2026 seiring kenaikan laju penambangan, volume stacking, dan tingkat perolehan emas setelah keberhasilan peningkatan produksi operasi heap leach.
Adapun pada bisnis material baterai, Perseroan akan terus mendorong peningkatan volume bijih nikel, menjaga target produksi NPI dan HGNM, serta melanjutkan peningkatan operasi HPAL.
Kendati momentum operasional menguat, MDKA tetap mencermati sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja hingga akhir tahun, mulai dari pergerakan harga komoditas, biaya bahan bakar dan energi, nilai tukar, hingga perubahan regulasi.
MDKA akan menjaga fokus pada pencapaian target produksi, disiplin biaya, dan alokasi modal yang terukur seiring berjalannya operasi serta pengembangan proyek-proyek pertumbuhan grup. Editor : Fitri Sartina Dewi
