Merdeka Gold (EMAS) Gandeng VGE China untuk Bangun Fasilitas CIL Rp2,5 Triliun

Anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Pani Industri Nusantara (PIN), meneken transaksi penyediaan mesin, peralatan, dan layanan konsultasi dengan perusahaan asal China, Vision Green Energy (Beijing) Tech Co., Ltd. (VGE), untuk pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) Tambang Emas Pani dengan nilai sekitar Rp2,52 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi EMAS, nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai RMB1,02 miliar atau sekitar Rp2,52 triliun dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan 40,26% dari ekuitas EMAS berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026.

“Dengan nilai tersebut, transaksi antara PIN dan VGE dikategorikan sebagai Transaksi Material karena nilainya melebihi 20% dari ekuitas perseroan,” papar manajemen EMAS dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/8/2026).

Dalam transaksi tersebut, PIN bertindak sebagai pembeli, sedangkan VGE sebagai penjual. Keduanya sepakat melakukan jual beli peralatan dan mesin serta layanan konsultasi penunjang yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan CIL.

EMAS telah memperoleh opini kewajaran atas transaksi tersebut berdasarkan Laporan Penilai No. 00103/2.0118-00/BS/02/0520/1/VIII/2026 tertanggal 19 Agustus 2026 dari KJPP Iskandar & Rekan.

Laporan tersebut memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi penyediaan mesin dan peralatan serta layanan konsultasi penunjang dalam rangka pembangunan fasilitas pengolahan CIL milik PIN.

Selain mengatur jual beli peralatan dan mesin, perjanjian juga mencakup layanan konsultasi penunjang serta mekanisme pemenuhan kewajiban berdasarkan perjanjian yang dalam kondisi tertentu dapat diberikan oleh PIN dan/atau pihak terafiliasinya.

Transaksi dengan VGE menjadi bagian dari pembangunan fasilitas pengolahan CIL Tambang Emas Pani yang dikembangkan oleh grup Merdeka Gold Resources.

Fasilitas CIL tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 12 juta ton per tahun (Mtpa) dan akan melengkapi fasilitas heap leach yang telah beroperasi di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Pengembangan fasilitas CIL menjadi salah satu tahapan penting dalam ekspansi Tambang Emas Pani. Fasilitas tersebut juga dirancang untuk mengakomodasi potensi peningkatan kapasitas pengolahan hingga 24 Mtpa pada masa mendatang.

Sebelumnya, EMAS menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas CIL berjalan sesuai rencana. Persiapan lahan telah dilakukan dan pengecoran beton pertama ditargetkan berlangsung pada awal kuartal IV/2026.

Selain fasilitas utama, perseroan juga mengembangkan infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas tailings dan tambahan pasokan listrik untuk mendukung peningkatan kapasitas operasi Tambang Emas Pani.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman

Sumber:

– 26/08/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 27 Agustus 2026

baca selengkapnya

Tata Kelola Timah Diperkuat, Prospek TINS Dikerek Naik

baca selengkapnya

Merdeka Gold (EMAS) Incar Masuk GDX, Buka Akses Lebih Luas ke Investor Global

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top