PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menyatakan, perusahaan tambang nikelnya tidak terganggu meskipun harus beroperasi pada masa transisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dari tiga tahun menjadi satu tahun. Pada masa ini perusahaan hanya dapat memproduksi 25% dari target 2026 hingga 31 Maret 2026.
Secretary Division Head Antam, Wisnu Danandi Haryanto, mengungkapkan, aktivitas pertambangan tetap berjalan sesuai izin yang telah berlaku dan tetap memperhatikan prinsip dan regulasi yang berlaku. Tetapi, ia tak menjelaskan apakah seluruh tambang nikel yang beroperasi atau ada yang berhenti beroperasi sementara saat masa transisi RKAB.
“Hal tersebut sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku, yakni perusahaan yang masih dalam proses evaluasi persetujuan RKAB 2026 tetap dapat menjalankan kegiatan operasional dengan mengacu pada RKAB tiga tahunan yang telah dimiliki sebelumnya,” ucap Wisnu, Rabu (7/1/2026).
Terkait RKAB 2026, lanjutnya, Antam masih mengikuti seluruh proses dan tahapan yang telah ditentukan Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM). Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan regulator untuk memenuhi syarat administratif maupun teknis lainnya.
“Antam memastikan seluruh kegiatan operasional dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku sambil menunggu penyelesaian proses persetujuan RKAB sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya.
Sebagai informasi, Kementerian ESDM menyatakan belum menerbitkan persetujuan RKAB 2026 pada awal Januari, seiring dengan wacana pemerintah memangkas produksi sejumlah komoditas pertambangan demi menjaga harga tahun ini.
Pemerintah masih membahas penyesuaian produksi komoditas minerba dalam RKAB 2026 dan akan tuntas dalam waktu dekat. Tetapi, pemerintah memberikan relaksasi selama tiga bulan dengan ketentuan produksi dibatasi sebesar 25% dari RKAB 2026 versi 3 tahunan.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 2.E/HK.03/DJB/2025 tentang RKAB 2026 yang diteken Dirjen Minerba pada 31 Desember 2025. Ketentuan itu berlaku sampai 31 Maret 2026. (Uyun)
