PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, mulai menguji coba penggunaan truk angkut listrik (electric vehicle/EV hauling truck) di area operasional tambangnya di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam mendukung operasional tambang yang lebih efisien energi dan rendah emisi.
Uji coba tersebut dilakukan menggunakan Truk Angkut Listrik SANY sebagai kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid pada armada hauling yang telah dijalankan sejak awal 2025. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan MHU menuju transformasi operasional yang lebih berkelanjutan, sekaligus untuk mengevaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik di sektor pertambangan.
“Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujar Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo dalam pernyataannya, Selasa (27/1/2026).
Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang harus melalui evaluasi menyeluruh dan berbasis data lapangan. “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi,” ujarnya.
Secara operasional, MHU dinilai memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, mulai dari akses pasokan listrik PLN yang memadai hingga proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah dan panjang.
Truk listrik yang diuji coba merupakan SANY 445 EV Dump Truck dengan konfigurasi penggerak 8×4, sistem baterai charging dan swapping, motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, serta baterai CATL berkapasitas 400 kWh. Unit ini juga dilengkapi sistem pengisian daya 360 kW dan fitur keselamatan untuk mendukung operasional tambang.
Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara EV dump truck memiliki total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, sehingga berpotensi menghemat biaya operasional hingga sekitar 40%.
Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui program HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi. Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan uji coba EV menjadi bagian dari kesinambungan strategi ESG perusahaan.
“Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya (nng)
