Harga batu bara tidak banyak bergerak pada perdagangan pekan lalu. Bagaimana proyeksi gerak harga si batu hitam minggu ini?
Pada Jumat (20/2/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan mendatang ditutup di US$ 116,2/ton. Naik tipis 0,04% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini datang usai harga komoditas tersebut turun dua hari beruntun. Dalam dua hari itu, harga terpotong 0,77%.
Namun secara mingguan, harga batu bara masih membukukan koreksi 0,43% secara point-to-point.
Harga batu bara masih dekat dengan level US$ 117/ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Sentimen positif sedang menaungi bahan bakar fosil ini.
Di China, pemerintahan Presiden XI Jinping menyetujui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru sebanyak 78 gigawatt sepanjang 2025. Ini adalah kenaikan tahunan tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Sementara di Amerika Serikat (AS), pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan US$ 175 juta untuk pendanaan modernisasi enam PLTU. Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya.
Berbagai kabar itu menjadi angin segar bagi batu bara. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga batu bara naik 8,09%.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana proyeksi gerak harga batu bara untuk pekan ini? Apakah akan ada pergerakan yang lebih signifikan?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 66. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 93. Sepertinya investor patut waspada, karena angkanya sudah di atas 80 yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan minggu ini, harga batu bara masih berisiko turun lagi. Target support terdekat adalah US$ 113/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 111/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Apabila harga batu bara terus turun, maka bisa saja mengetes support lanjutan di rentang US$ 109-106/ton.
Namun andai harga batu bara masih kuat menanjak, maka US$ 117/ton rasanya akan menjadi resisten terdekat. Target berikutnya ada di US$ 118-119/ton.
Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 120/ton. (aji)
