MMP Perkuat Komitmen K3 Menuju Operasi Smelter Nikel Berkelanjutan

PT Mitra Murni Perkasa (MMP) memperkuat sistem pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama transisi menuju fase operasi komersial smelter nikel yang berkelanjutan. Anak usaha MMS Group Indonesia ini berkomitmen membangun ekosistem kerja yang profesional dan kolaboratif guna mendukung produktivitas industri nasional yang bertanggung jawab.

“Bagi MMP, K3 bukan hanya kepatuhan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan operasi smelter. Penguatan training, prosedur kerja, hingga sistem emergency response merupakan bagian dari langkah terukur kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing,” ujar Division Head Operation MMP, Totok Risdianto seperti dikutip, Kamis (5/2/2026).

Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan prestasi signifikan dengan mempertahankan status Zero Fatality di seluruh area operasional. MMP berhasil membukukan lebih dari 10 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury (LTI), meski melibatkan rata-rata 3.000 pekerja dan mitra kerja. Capaian ini menjadi bukti konsistensi penerapan standar keselamatan yang disiplin dan pengawasan operasional yang ketat.

Totok menambahkan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat safety leadership di seluruh lini operasional. Menurutnya, Bulan K3 Nasional yang berlangsung hingga 12 Februari 2026 menjadi momentum pengingat bahwa setiap individu memiliki peran krusial untuk memastikan seluruh prosedur berjalan dengan andal dan aman.

Guna mendukung kesiapsiagaan darurat, MMP telah melengkapi fasilitas medis dengan tim dokter dan paramedis yang bersiaga selama 24 jam. Perusahaan juga menyiagakan Tim Emergency Response khusus serta armada pemadam kebakaran (fire truck) untuk mitigasi risiko di area kerja smelter. Peningkatan sarana ini dilakukan secara bertahap untuk menjamin respon cepat terhadap potensi kondisi darurat.

Dalam memperkuat koordinasi lintas instansi, MMP menjalin kemitraan strategis dengan Basarnas untuk penanganan darurat di perairan dan BPBD Kota Balikpapan untuk area darat. Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan sebagai rujukan utama guna memastikan penanganan medis dan evakuasi lanjutan dapat dilakukan secara terintegrasi.

Memasuki tahun 2026, MMP menetapkan sejumlah langkah perbaikan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur medis permanen dan optimalisasi sistem fire hydrant. Perusahaan juga berencana menambah armada ambulans serta memperbarui prosedur identifikasi risiko secara berkala melalui audit Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) yang lebih komprehensif.

Rangkaian kegiatan internal seperti kampanye SHE, olahraga, hingga donor darah turut digelar untuk meningkatkan kesadaran pekerja selama Bulan K3 Nasional. Melalui pendekatan kolaboratif ini, MMP menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang mengedepankan lingkungan kerja aman demi tercapainya target operasional yang andal dan berdaya saing global. (nng)

Sumber:

– 05/02/2026

Temukan Informasi Terkini

Pemangkasan Produksi Batubara Belum Pasti, Ini Emiten Batubara yang Potensial

baca selengkapnya

Respons Keluhan Pengusaha, ESDM Terima Audiensi APBI Bahas RKAB Batu Bara

baca selengkapnya

Beredar Bocoran Data RKAB Batu Bara 2026, ESDM Sebut Tidak Valid

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top