Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyampaikan bahwa laporan keuangan interim perseroan untuk periode Q2-2026 sedang dilakukan penelaahan secara terbatas oleh Akuntan Publik.
“Penelaahan terbatas atas laporan keuangan interim tersebut merupakan pelaksanaan atas aspek transparansi, sesuai dengan kebijakan perseroan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ungkap Sekretaris Perusahaan ITMG Monika I. Krisnamurti dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (29/7/2026).
Sebelumnya, ITMG menghasilkan produksi batu bara sepanjang Januari-Maret 2026 sebesar 4,7 juta ton, lebih kecil ketimbang produksi periode Januari-Maret 2025 sebesar 5,3 juta ton. Penurunan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang berimbas kepada volume produksi perseroan.
Kendati begitu, naiknya volume penjualan sebesar 6% yoy menjadi 6,3 juta ton menopang kinerja ITMG pada kuartal I-2026. Hanya saja, karena harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara mengalami koreksi dari US$ 82 per ton pada kuartal I-2025 menjadi US$ 79 per ton pada kuartal I-2026, berdampak tipis terhadap pertumbuhan pendapatan ITMG yaitu sebesar 3% yoy dari US$ 482 juta menjadi US$ 497 juta.
Sementara beban pokok pendapatan meningkat sebesar 5% secara yoy imbas dari volume penjualan batu bara yang lebih tinggi. Pada sisi yang lain, ITMG juga meraup pendapatan keuangan sebesar US$ 9 juta pada 3M26, sedikit lebih rendah dari US$ 11 juta pada 3M25.
Sedangkan beban keuangan tetap sebesar US$ 1 juta dan beban lainnya (bersih) tercatat sebesar US$ 2 juta pada 3M26 dibandingkan beban lainnya (bersih) sebesar US$ 5 juta pada 3M25. Kemudian, beban pajak penghasilan membesar menjadi US$ 26 juta pada 3M26 dari US$ 19 juta pada 3M25.
Pun demikian dengan royalti yang disetorkan ITMG kepada pemerintah mengalami kenaikan sebesar 9% yoy menjadi US$ 58 juta pada kuartal I-2026 terutama disebabkan oleh volume penjualan yang lebih tinggi.
Setelah dipotong beban pajak penghasilan, ITMG menyisakan laba periode berjalan sebesar US$ 55,7 juta pada kuartal I-2026. Perolehan tersebut lebih kecil jika dikomparasikan dengan laba periode berjalan kuartal I-2025 sebesar US$ 66,4 juta.
Diikuti dengan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 64,9 juta pada kuartal I-2025, menjadi US$ 54,5 juta pada kuartal I-2026. Laba per saham dasar terdilusi menjadi US$ 0,05 per saham dibandingkan sebelumnya US$ 0,06 per saham. Editor: Theresa Sandra Desfika
