MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pabrik prekursor baterai dari PT Huayou Indonesia sudah hampir selesai dan peresmian dijadwalkan pada November atau paling lambat Desember 2024.
Dengan demikian, Indonesia bisa melakukan ekspor prekursor baterai untuk pabrikan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) milik Elon Musk, Tesla, paling lambat Desember 2024.
“Sudah mau hampir selesai, mungkin bulan depan ini peresmian pabriknya Huayou. Insyallah November ini, paling lama Desember,” ujar Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (1/11/2024).
Sebelumnya, Bahlil memastikan prekursor baterai yang dipasok, untuk EV asal Amerika Serikat (AS) ini, akan berasal dari pabrik pengolahan nikel di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara.
“Bahkan prekursor kan bulan depan sudah kita ekspor untuk ke Amerika untuk memenuhi Tesla yang ada di Weda Bay,” ujar Bahlil dalam agenda temu media di kantornya, Jumat (18/10/2024).
Dilansir melalui situs resmi Huayou Cobalt, proyek prekursor Indonesia milik Huayou telah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 21 April 2024. Proyek yang dibangun di IWIP ini memiliki hasil produksi tahunan sebesar 50.000 ton bahan prekursor terner untuk baterai listrik.
Di lain kesempatan, Luhut Binsar Pandjaitan yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) mengonfirmasi keputusan bos besar Tesla, Elon Musk, untuk tidak membangun pabrik Tesla Inc di Indonesia.
Menurut Luhut, keputusan tersebut didasari lantaran Musk tengah menahan investasi untuk mendirikan pabrik baru Tesla di manapun pada tahun ini.
“Kalau Tesla itu sekarang saya pikir setelah satu tahun, tahun ini, dia tidak akan membangun pabrik di manapun” kata Luhut usai Launching Golden Visa di Hotel Ritz Carlton pada Kamis (25/7/2024).
Namun, Luhut mengisyaratkan Pemerintah Indonesia belum putus asa untuk membujuk Musk berinvestasi di Tanah Air. Dalam kaitan itu, dia menyebut pemerintah membuka peluang investasi di bidang penghiliran nikel kepada taipan pemilik media sosial X tersebut.
“Kita masih melihat peluang lain untuk dia masuk, mungkin investasi di nikel kita,” katanya.
Pemerintah, klaim Luhut, melihat Musk masih berminat untuk melakukan investasi di Indonesia, tetapi menganggap informasi tersebut terlalu dini untuk dibuka ke publik.
“Terlalu prematur untuk kalau ngomong. Nanti saya akan ketemu dia bulan depan. Nanti kita lihat. Ketemu di West Coast,” jelasnya. (dov/spt)
Sumber: bloombergtechnoz.com, 2 November 2024
