Pangkas Produksi Tambang, ESDM Putar Otak Capai Target PNBP 2026

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan sejumlah langkah yang diharapkan mampu memaksimalkan target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sepanjang 2026 yang dipatok Rp134 triliun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan langkah itu dilakukan ditengah potensi penurunan PNBP imbas pemangkasan produksi sepanjang tahun ini serta stagnansi harga komoditas tambang.

“Tadi disampaikan, kalau logikanya pemangkasan produksi, PNPB pasti nggak tercapai. Ada beberapa yang mungkin bisa kita optimalkan,” ujar Tri kepada wartawan usai acara Indonesia Weekend Miner, Sabtu (24/1/2026).

Tri mengatakan langkah itu meliputi optimalisasi penerimaan lewat secara konvensional, termasuk pemeriksaan rutin pelaporan di sistem Elektronik Penerimaan Negara Bukan Pajak Mineral dan Batubara (e-PNBP Minerba).

Selain itu, kata dia, Kementerian ESDM berencana untuk membuat sejumlah kebijakan baru ke depan. Namun, Tri tak menjelaskan lebih lanjut ihwal bentuk dari kebijakan tersebut.

“Terus ada beberapa pengawasan yang akan kita lakukan, termasuk di antaranya kita ada beberapa nanti kebijakan [baru],” tutur dia.

Sebelumnya, Institute for Development of Economics & Finance (Indef) memprediksi target PNBP Minerba tahun ini akan minim, dan berpotensi tidak mencapai target.

Head Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan, proyeksi tersebut dipengaruhi oleh stagnannya harga komoditas, salah satunya adalah batu bara.

“Kalau kita berbicara mengenai harga batu bara pada hari ini, perhitungan kami, kita melihat bahwa kemungkinan besar sumbangan terhadap PNBP ini akan turun,” ujar Andry dalam acara yang sama.

Andry mengatakan, proyeksi itu didasarkan pada hitung-hitungan baseline harga batu bara saat ini yang masih berada di sekitar US$109/ton.

Jika harga tersebut tetap stagnan dan bertahan hingga akhir tahun, maka dia memproyeksikan capaian PNBP di sektor minerba akan berada di bawah Rp100 triliun.

“Kalau pun ingin menyamai target PNBP pada 2025, itu harga batu bara harus berada di US$157/ton, kalau perhitungan kami. Dalam hal ini, sebesar itulah dampak [penurunan harga komoditas] ke penerimaan negara,” tutur dia.

Di sisi lain, ESDM belakangan juga akan memangkas rencana produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton, lebih rendah dari target tahun lalu sebanyak 735 juta ton.

“Urusan RKAB, Pak Dirjen Minerba lagi menghitung. [Hal] yang jelas di sekitar 600 juta. Kurang lebih. Bisa kurang, bisa lebih dikit,” kata Menteri ESDM Bahlil dalam Konferensi Pers Kinerja Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026) lalu.

Selain batu bara, ESDM juga memangkas rencana produksi bijih nikel Indonesia pada tahun ini menjadi berada disekitar 250-270 juta ton, lebih rendah dari realisasi tahun lalu yang mencapai 379 juta ton. (ibn/wdh)

Sumber:

– 24/01/2026

Temukan Informasi Terkini

Di Indonesia Weekend Miner 2026, Dirjen Minerba Tegaskan Pentingnya Komunikasi yang Intensif

baca selengkapnya

Freeport Siap Ajukan Perpanjangan Izin Tambang, Pemerintah Buka Opsi Tambahan Saham

baca selengkapnya

Vale (INCO) Ungkap Alasan Hanya Fokus Ekspansi Smelter Nikel HPAL

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top