Perkuat Hilirisasi, Ini Langkah Strategis ANTAM Sepanjang 2024

PT ANEKA Tambang Tbk (ANTAM) terus memperkuat langkah hilirisasi sebagai bagian dari strategi mendukung kebijakan pemerintah. Melalui anak usahanya, PT Gag Nikel, ANTAM telah mengakuisisi 30 persen saham PT Jiu Long Metal Industry. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral yang dihasilkan di dalam negeri.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arianto Sabtonugroho Rudjito, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.

“Akuisisi ini merupakan bagian dari upaya kami memperkuat industri nikel domestik, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan mendukung program hilirisasi pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/2/2024).

Selain fokus pada sektor nikel, ANTAM juga menjalin kolaborasi strategis dengan PT Freeport Indonesia. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok emas dalam negeri, meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi, serta memastikan keberlanjutan pasokan logam mulia untuk kebutuhan industri dan investasi.

Kerjasama antara ANTAM dan Freeport diproyeksikan memberikan dampak positif bagi industri emas nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri emas di Indonesia, memastikan ketersediaan bahan baku domestik, serta meningkatkan daya saing produk emas di pasar global.

“Kami percaya bahwa kolaborasi strategis ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya bagi ANTAM, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Langkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan sektor pertambangan yang berkelanjutan di Indonesia,” tambah Arianto.

Dengan strategi hilirisasi yang terus diperkuat, ANTAM menunjukkan dedikasinya dalam memaksimalkan potensi sumber daya mineral Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sumber: ekonomi.republika.co.id, 5 Februari 2025

Temukan Informasi Terkini

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top