Perkuat Sektor Mineral, Danantara Dorong Kerjasama MIND ID-CITIC Group

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong penguatan kerja sama di sektor mineral strategis Indonesia melalui kolaborasi dengan CITIC Group, termasuk bersama Holding Industri Pertambangan MIND ID dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pembahasan kerja sama tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan dengan CITIC Group di Jakarta. Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni capital, resources, dan infrastructure.

Adapun, untuk di sektor resources, Rosan mengungkapkan bahwa Danantara membahas peluang kolaborasi bersama CITIC Resources, MIND ID, dan Inalum guna memperkuat pengelolaan serta pengembangan sumber daya mineral strategis Indonesia.

“Resources bersama CITIC Resources, MIND ID, dan INALUM, memperkuat kolaborasi di sektor mineral strategis Indonesia,” kata Rosan dikutip dari akun instagramnya, Jumat (25/9/2026).

Sementara dari sisi capital, Danantara bersama China Securities membahas peluang kerja sama di bidang pasar modal dan pembiayaan. Lalu pada sektor infrastruktur, pembahasan dilakukan bersama CITIC Construction dan BOPPJ, termasuk peluang pengembangan infrastruktur seperti Giant Sea Wall Pantura.

Rosan menegaskan, ketiga agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

“Capital membuka akses. Resources menciptakan nilai. Infrastructure membangun masa depan,” katanya. (pgr/pgr)

Sumber:

– 25/09/2026

Temukan Informasi Terkini

Holding IDSurvey Tangkap Peluang Independent Assurance di Sektor Mineral dan Batu Bara

baca selengkapnya

Hartadinata (HRTA) Amankan Pasokan Emas Murni dari Freeport

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Naik Tipis, Sentimen India vs China Bertabrakan

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top