Permintaan Melemah, Harga Batu Bara Ambles 1,5% Seminggu!

Dalam sepekan terakhir, harga batu bara masih terkoreksi lantaran permintaan melemah, terutama setelah pertambangan batu bara di Inggris mendapat gugatan karena dianggap dapat merusak iklim.

Melansir data Refinitiv, harga batu bara pada akhir pekan ini, Jumat (12/7/2024) menguat 0,63% ke posisi US$ 135,35 per ton. Sayangnya, meski menguat sehari, harga batu bara dalam sepekan masih di zona negatif, menyusut 1,53%.

Penyusutan dalam sepekan ini kemudian mengakhiri tren positif selama dua pekan beruntun sebelumnya.

Harga batu bara jatuh karena permintaan yang melandai dan karena kebijakan “anti” batu bara.

Kontrak batu bara Eropa ambruk ke level terendah dalam 10 minggu karena pembeli masih wait and see untuk melihat perkem-bangan ekonomi kuartal IV-2024. Harga melemah ke US$ 102,95 per ton atau terendah sejak 30 April.

“Semua orang menunggu kuartal IV karena sepinya permintaan,” tutur trader asal Italia, dikutip dari Montel News.

Kabar negatif juga datang dari India di mana negara tersebut kemungkinan mengurangi permintaan impor.

Impor batu bara India Mei juga turun sedikit jadi 26,19 MT, dari 26,57 MT tahun sebelumnya.

“Impor batu bara turun 1,43% dibandingkan dengan 26,57 MT yang diimpor pada bulan Mei 2023,” menurut Mjunction.

Menurut Direktur Utama dan CEO mjunction Vinaya Varma, permintaan impor kemung-kinan akan tetap rendah dalam beberapa minggu mendatang karena datangnya musim hujan sementara pertumbuhan produksi akan tetap sehat di pasar domestik.

Sementara itu, pemerintah baru Inggris mengatakan bahwa persetujuan tambang batu bara baru di Inggris adalah sebuah kesalahan hukum.

Keputusan untuk menyetujui tambang batu bara baru di West Cumbria dibuat secara tidak sah, pemerintah baru Inggris pun telah meng-akui. Hal ini karena emisi karbon dari pem-bakaran batu bara seharusnya diperhitungkan.

Sebelumnya, tambang batu bara kokas di West Cumbria telah disetujui di bawah pemerintahan terakhir pada tahun 2022 oleh Michael Gove, yang menjalankan departemen pemerataan. Namun, kini tambang tersebut mendapat gugatan hukum oleh para pegiat yang akan disidangkan di Pengadilan Tinggi pada pekan depan.

Pada hari Kamis, Kementerian Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Daerah yang berganti nama, yang sekarang dijalankan oleh Wakil Perdana Menteri Angela Rayner, mengonfirmasi bahwa mereka akan meng-hentikan pembelaannya terhadap Tambang Batu Bara Whitehaven, setelah putusan atas Horse Hill.

Dikatakan bahwa ada “kesalahan hukum” dalam keputusan tahun 2022 untuk menye-tujuinya.

Koordinator iklim Friends of the Earth, Jamie Peters, mengatakan, “Kami senang pemerintah saat ini setuju bahwa izin perencanaan untuk tambang batu bara yang merusak iklim, mencemari ling-kungan, dan tidak perlu ini diberikan secara tidak sah dan harus dibatalkan. CNBC INDONESIA RESEARCH (tsn/tsn)

 

Sumber : CNBC Indonesia.com, 14 Juli 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top