PT Petrosea Tbk (PTRO) melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada Kamis, 9 April 2026.
Pada tahun buku 2025, Petrosea menjadikan diversifikasi usaha sebagai pilar strategis dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja. Melalui langkah ini, perusahaan tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha. Strategi tersebut sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru, memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional, serta meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.
“Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi yang dijalankan Petrosea dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fundamental kinerja di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, momentum ini juga menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan, didukung oleh arah strategi jangka panjang yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Presiden Direktur PT Petrosea Tbk Michael dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Dari sisi kinerja keuangan, PTRO mencatatkan total pendapatan sebesar US$ 886,46 juta, meningkat 28,32% dibandingkan US$ 690,81 juta pada tahun sebelumnya.
Laba bersih tercatat sebesar US$ 35,01 juta, meningkat 251,75% dibandingkan US$ 9,95 juta pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 28,81 juta, meningkat 197,02% dari US$ 9,70 juta pada tahun 2024.
“Petrosea menyelesaikan akuisisi Hafar, HBS dan Scan-Bilt sebagai wujud implementasi dari strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja. Dengan selesainya akuisisi Hafar, perusahaan membentuk lini bisnis baru, yaitu EPCI Migas Lepas Pantai sebagai fondasi awal bagi pengembangan portofolio usaha ke sektor migas lepas pantai,” ujar Direktur PT Petrosea Tbk Kartika Hendrawan.
Selain itu, RUPS menyetujui laporan tahunan dan laporan pertanggungjawaban direksi dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris mengenai jalannya perusahaan dan tata usaha perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025.
RUPS juga memberikan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada dewan komisaris atas tugas pengawasannya dan direksi atas tugas pengurusannya selama tahun 2025.
RUPS menyetujui untuk mengangkat kembali seluruh anggota dewan komisaris dan direksi, sehingga susunan dewan komisaris dan direksi petrosea adalah tetap sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris: Osman Sitorus (merangkap sebagai Komisaris Independen)
Komisaris: Prof. Ginandjar Kartasasmita
Komisaris: Djauhar Maulidi S.E., M.B.A.
Komisaris: Erwin Ciputra
Komisaris: Jenderal Pol (Purn.) Drs. Sutanto
Komisaris: Dr. Setia Untung Arimuladi S.H., M.Hum (Independen)
Direksi
Presiden Direktur: Michael
Direktur: Kartika Hendrawan
Direktur: Ruddy Santoso
Direktur: Meinar Kusumastuti
Direktur: Iman Darus Hikhman. Editor: Theresa Sandra Desfika
