Emiten kontraktor tambang milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk. (PTRO) melaporkan hasil kinerja kuartal I/2026. PTRO mencetak laba bersih US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar (kurs Jisdor Rp16.231 per dolar AS) sepanjang 3 bulan pertama 2026.
Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2026, PTRO mencetak pendapatan sebesar US$284,13 juta atau setara Rp4,82 triliun. Pendapatan ini meningkat 84,24% secara tahunan (yoy) dari sebesar US$154,21 juta.
Pendapatan ini diperoleh PTRO dari pendapatan penambangan sebesar US$140,56 juta, konstruksi dan rekayasa senilai US$106,43 juta, pendapatan jasa senilai US$13,59 juta, dan lain-lain senilai US$9,19 juta.
Berdasarkan pelanggannya, pendapatan PTRO diperoleh dari BP Berau Ltd. senilai US$70,29 juta, PT Freeport Indonesia US$53,6 juta dan PT Kideco Jaya Agung sebesar US$50,86 juta.
Beban usaha langsung PTRO sepanjang kuartal I/2026 juga meningkat menjadi US$247,44 juta, dari sebelumnya sebesar US$138,12 juta. Beban usaha ini naik 79,15% secara tahunan.
Meskipun demikian, laba kotor PTRO tercatat melejit 127,94% menjadi US$36,69 juta, dari sebelumnya sebesar US$16,09 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Alhasil, laba bersih PTRO tercatat naik menjadi US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar sepanjang kuartal I/2026. Laba bersih ini meningkat 50,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$920.000.
Di sisi lain, jumlah aset PTRO juga tercatat meningkat menjadi US$1,60 miliar di akhir Maret 2026, dari US$1,58 miliar di akhir Desember 2026.
Sementara itu, jumlah liabilitas PTRO naik menjadi US$1,29 miliar di 31 Maret 2026, dari sebelumnya US$1,27 miliar di 31 Desember 2025.
Adapun total ekuitas PTRO turun menjadi US$306,55 juta di akhir kuartal I/2026, dari sebelumnya sebesar US$307,45 juta di akhir tahun 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman
