Petrosea (PTRO) Lepas Tambang Batu Bara ke Singaraja Putra (SINI)

Emiten terafiliasi Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk. (PTRO) mengumumkan perseroan akan menjual PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada perusahaan terafiliasi Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk. (SINI).

Sekretaris Perusahaan PTRO Anto Broto menjelaskan perseroan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) dengan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sehubungan dengan rencana pengambilalihan PT Kemilau Mulia Sakti.

“Berdasarkan PPJB tersebut, Perseroan bermaksud untuk menjual seluruh kepemilikan sahamnya pada KMS sebanyak 507.380.875 saham, yang mewakili 99,995% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam KMS kepada SINI,” tulis Anto lewat keterbukaan informasi, Kamis (16/4/2026).

Anto memaparkan penjualan saham PT KMS merupakan langkah strategis bagi PTRO dalam memperkuat fokus di kegiatan usaha inti (core business) sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan alokasi sumber daya guna mendukung pertumbuhan usaha Perseroan secara berkelanjutan.

Adapun, PT KMS merupakan perusahaan penambangan batu bara dengan area operasional di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Perusahaan yang diakuisisi PTRO pada 2023 tersebut memiliki cadangan batu bara dengan sumber daya teridentifikasi sebesar 164,1 juta ton.

Selanjutnya, mineable reserves sebesar 82 juta ton dengan perkiraan volume overburden removal sebesar 549 juta BCM dan long term stripping ratio sekitar 6,7 kali di area seluas 4.776 hektare.

Dalam kesempatan terpisah, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) berencana melakukan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk mendanai akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) senilai Rp1,73 triliun tersebut.

SINI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru melalui skema rights issue. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, SINI berpotensi meraup dana hingga sekitar Rp3,61 triliun.

Secara struktur transaksi, akuisisi ini tergolong sebagai transaksi material dengan nilai mencapai sekitar 110,27% dari total aset perseroan, sekaligus merupakan transaksi afiliasi. Meski demikian, manajemen menegaskan tidak terdapat benturan kepentingan dalam pelaksanaan transaksi tersebut.

Dari sisi valuasi, nilai akuisisi KMS sebesar Rp1,73 triliun berada di bawah estimasi nilai pasar sebesar Rp1,84 triliun, sehingga dinilai wajar dari aspek keuangan.

Manajemen SINI menyebut langkah ekspansi ini sejalan dengan strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor pertambangan batu bara, yang dinilai masih prospektif di tengah permintaan global yang tetap solid, terutama dari kawasan Asia.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Dwi Nicken Tari

Sumber:

– 16/04/2026

Temukan Informasi Terkini

Usai Lapor Presiden, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Perketat Penerbitan Izin Tambang

baca selengkapnya

Vale (INCO) Dijagokan Analis, Ketahanan Inventaris Kunci Hadapi Krisis

baca selengkapnya

Formula Baru Harga Patokan Mineral Berlaku, Pengusaha Beri Catatan

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top