Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengungkapkan harapannya agar sektor pertambangan di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi negara.
Pria yang akrab disapa Anto ini menilai sumber daya alam, seperti mineral dan batu bara, memiliki peran strategis sebagai tulang punggung pembangunan peradaban. Hal ini sejalan dengan berbagai penekanan pemerintah terkait pentingnya sektor tersebut dalam mendukung ketahanan nasional.
“Jadi benar-benar kita sebagai pelaku industri dan orang-orang yang sudah memang mencintai tambang dari hati ya. Kita memiliki kerinduan benar-benar tambang ini kita bangun sebaik mungkin lah,” ungkapnya dalam konferensi pers E2S di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, untuk mewujudkan cita-cita tersebut diperlukan narasi yang kuat, kebijakan yang tepat, serta dukungan political will dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, industri pertambangan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Belajar dari China, Tambang Butuh Strategi Jangka Panjang
Bernardus juga menyoroti pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pengembangan sektor pertambangan. Ia mencontohkan keberhasilan China dalam membangun industri tambangnya secara sistematis.
Menurutnya, kemajuan sektor tambang di Negeri Tirai Bambu bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari strategi yang telah dirancang sejak puluhan tahun lalu.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut didukung sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan dunia perbankan dan institusi pendidikan.
“Jadi kalau kita melihat Cina seperti sekarang, ya memang narasinya kemarin dibentuk sedemikian rupa. Dan mereka benar-benar konsisten dengan hal itu,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang terencana dan kolaboratif, ia optimistis Indonesia juga dapat memperkuat sektor pertambangan sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.
