Produksi Amman Mineral Cetak Rekor Tertinggi

KINERJA operasional PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencetak rekor tertingginya pada periode akhir kuartal III/2024, ditengah isu tambang tembaga terbesar Batu Hijau miliknya yang akan habis pada 2023.

AMMN mencatatkan produksi tembaga sebesar 335 ton atau mengalami kenaikan 68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar 199 ton, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak Batu Hijau pertama beroperasi di 2000 silam.

Kemudian, produksi emas juga tercatat melesat 173% secara tahunan menjadi sebanyak 707.930 troy ons dari sebelumnya yang sebanyak 259.174 troy ons. Diikuti konsentrat yang juga naik 85% menjadi 637.106 ton kering.

“Tahun ini, kami mencatat tonggak sejarah baru dengan mencapai rekor produktivitas pertambangan dan produksi tertinggi untuk periode sembilan bulan pertama 2024,” ujar Direktur Utama AMMN Alexander Ramlie dalam siaran resminya, dikutip Sabtu (30/11/2024).

Torehan rekor tersebut juga terjadi ditengah pengakuan perseroan jika cadangan emas dan tembaga di tambang Batu Hijau yang diambil alih pada November 2016 itu akan habis dalam lima tahun mendatang atau sekitar 2030.

Meski demikian, perseroan kini tengah mengembangkan atau eksplorasi cebakan Elang guna menggantikan sumber logam yang akan habis di tambang Batu Hijau tersebut.

“Setelah Batu Hijau selesai di fase 8, next-nya adalah Elang yang saat ini dalam tahap pengembangan,” kata Vice President of Corporate Communications and Investor Relations AMMN Kartika Octaviana, belum lama ini.

Di sisi lain, rekor pencapaian produksi tersebut turut membuat kinerja keuangan perseroan positif, dengan kenaikan laba bersih mencapai US$717,1 juta (Rp11,35 triliun) atau naik lebih dari 10 kali lipat dari sebelumnya yang sebesar US$62,67 juta (Rp992,4 miliar).

Revisi Kinerja

Meski demikian, Amman tercatat juga merevisi panduan kinerja operasionalnya selama 2024. Amman kini menargetkan produksi konsetrat sebesar 715.000 ton kering, atau lebih rendah dari estimasi awal yang sebesar 833.000 ton kering.

Total konsentrat tersebut diperkirakan mengandung sebanyak 374 pon tembaga dan 751.000 troy ons emas. Sepanjang 2025, Amman juga menargetkan produksi konsentrat sebesar 430.000 ton, dengan proyeksi kandungan tembaga dan emas masing-masing sebesar 228 juta pon dan 90.000 troy ons.

“Panduan kinerja tahun 2024 direvisi karena perubahan konfigurasi rencana tambang yang telah memperhitungkan jadwal produksi smelter, transisi dari fase 7 ke fase 8, dan ekspansi pabrik konsentrator,” ujar Ramlie. (ibn/lav)

Sumber: bloombergtechnoz.com, 30 November 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top