JAKARTA, investor.id – Emiten Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) optimistis atas peningkatan produksi emas hampir tiga kali lipat menjadi 427 kg pada 2023 ini, dibandingkan realisasi tahun 2022 sebesar 174 kg. Target itu ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi sejumlah pabrik perseroan.
Direktur Bumi Resources Minerals, Herwin Hidayat mengatakan, tingkat utilisasi sejumlah pabrik BRMS masih rendah, sehingga siap ditingkatkan untuk mengejar target produksi emas 427 kg tahun ini. Saat ini pabrik kedua yang belum mencapai kapasitas maksimal 4.000 ton bijih per hari. “Kami targetkan akan full kapasitasnya pada September,” jelasnya dalam paparan publik, 24 Agustus 2023.
Sedangkan produksi emas perseroan hingga semester I-2023 telah mencapai 236 kg atau setara dengan 7.600 oz. Angka itu sudah melampaui produksi sepanjang 2022 sebanyak 174 kg atau 5.400 oz. “Jadi kami proyeksikan pada akhir tahun 2023 sama dengan dua kali pencapaian semester pertama,” ujar dia.
Bumi Resources Minerals mencetak pendapatan US$ 15,83 juta di paruh pertama tahun ini, terbang 186% dari periode yang sama tahun lalu di posisi US$ 5,53 juta.
Adapun pendapatan dari penjualan emas mencapai US$ 14,83 juta, melonjak 203%. Di mana, perseroan berhasil membukukan produksi emas 236 kg di semester pertama tahun ini, melesat 200% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar 82 kg.
Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan US$ 5,23 juta pada paruh pertama tahun ini, terbang 124% secara year on year (yoy) dari US$ 2,33 juta.
Bumi Minerals dengan kode saham BRMS ini pun sukses mencetak laba bersih US$ 5,63 juta, melesat 44% dari US$ 3,91 juta pada semester I-2022.
Kinerja Luar Biasa
Sementara itu, baru-baru ini, riset Samuel Sekuritas menyebutkan, jika melihat kembali kinerja BRMS pada 1H23, terlihat bahwa laba bersihnya jauh di bawah ekspektasi mereka (26,5% dari estimasi 2023F SSI).
“Namun, kami yakin bahwa hal ini tidak perlu dikhawatirkan, dan kami memperkirakan BRMS akan membukukan kinerja yang luar biasa di 2H23, didukung oleh tambahan produksi emas dari pabrik pengolahan emas BRMS yang kedua,” terang riset Samuel Sekuritas yang disusun Juan Harapap dan Haikal Putra Samsul.
“Kami memasukkan tambang emas Kerta dalam perhitungan valuasi kami, kami memutuskan untuk mempertahankan rating buy kami dengan TP berbasis SOTP baru sebesar Rp 250 per saham (sebelumnya: Rp 200 per saham),” lanjut riset itu.
Samuel Sekuritas meyakini BRMS akan membukukan kinerja yang luar biasa di 2H23, didukung oleh tambahan produksi emas dari pabrik pengolahan emas perseroan yang kedua. Samuel Sekuritas melihat bahwa mulai bulan Juli 2023, kedua pabrik perusahaan telah memproses 2,400 ton bijih per hari (vs 1H23:1,000 ton per hari), dan manajemen memperkirakan pabrik kedua akan beroperasi dengan kapasitas penuh (4,000 ton bijih per hari) pada bulan September 2023.
“Perlu diketahui bahwa per akhir 1H23, BRMS telah memproduksi 7,6 ribu oz emas, 31,6% dari proyeksi kami untuk 2023F,” sebut riset itu.
Sementara itu, resume hasil paparan publik BRMS, salah satu poinnya adalah saham perseroan masuk ke dalam indeks FTSE dari Inggris pada Agustus 2023, MSCI dari Amerika pada Mei 2023, Kompas100 dan IDX80 pada Januari 2023.
Menurut manajemen, dengan demikian, saham BRMS lebih dikenal oleh fund manager dan investment community baik di dalam negeri maupun luar negeri dan berdampak positif terhadap trading liquidity.
Pada perdagangan sesi I tanggal 4 September, saham BRMS diparkir di Rp 208 atau naik 4%. Sebanyak 400,94 juta saham ditransaksikan, frekuensi 6.061 kali, dan nilai transaksi Rp 82,20 miliar. Dalam 3 bulan terakhir, saham ini melambung 79,31%.
