Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bakal mem-bentuk satuan tugas atau satgas khusus untuk tata kelola investasi penghiliran atau hilirisasi dari bauksit di Indonesia. Pembentukan satgas ini sudah di-diskusikan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Menurutnya, satgas perlu terbentuk karena investasi hilirisasi bauksit menjadi komoditas yang membutuhkan perhatian serius.
Terlebih, beberapa proyek smelter bauksit juga masih terbengkalai meski pemerintah sudah mengucurkan ragam insentif untuk perusahaan yang membangun smelter bauksit di Indonesia berupa izin untuk ekspor bauksit dan pemberian tax holiday
“Tadi saya ditanya kiat-kiat investasi untuk hilirisasi, kalau tembaga jalan semua, nikel rata-rata semua jalan. Kalau yang agak butuh perhatian serius itu adalah bauksit. Bauksit kemarin saya sudah diskusi sama Pak Arifin, kami akan membuat satu tim, task force, untuk kami mengecek,” ujar Bahlil dalam agenda Peresmian Operasi Smelter Manyar yang disiarkan secara virtual, Kamis (27/6/2024).
Satgas ini nantinya diharapkan akan dapat melakukan pendalaman dan mencari solusi agar proyek yang terbengkalai bisa berjalan.
“Kita akan membuat solusi agar beberapa yang masih terbengkalai itu bisa berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif menjelaskan hanya 4 smelter yang baru beroperasi dari 12 rencana pengembangan smelter bauksit. Salah satunya, smelter milik PT Bintan Alumina di Kepulauan Riau.
“Belum bergerak. Kan empat sudah operasi, delapan kan yang katanya memang waktu Pak Menteri memerintah-kan untuk pengawasan langsung ke lapangan. Dari delapan ini kan tujuh lah kurang lebih kemajuannya itu masih kurang,” kata Irwandy saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (21/6/2024).
Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan merasa dibohongi ihwal pembangunan smelter bauksit.
Sebab, terdapat investor yang mengklaim pembangunan smelter bauksit hingga sekian persen. Namun, progres proyek tersebut ternyata nihil.
“Bauksit kita upayakan dibangun yang serius, investor baru bangun smelter baru. Selama ini kan dibohongi kita, [katanya] sudah sekian persen, [tetapi ternyata] lapangan bola sama pos hansip,” ujar Arifin. (dov/roy)
Sumber : bloombergtechnoz.com, 27 Juni 2024
