PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatatkan produksi bijih timah sebesar 12.232 ton Sn sepanjang semester I/2026. Realisasi produksi ini melonjak 75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 6.997 ton Sn.
Peningkatan produksi tersebut didorong oleh optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi kapal isap produksi (KIP), ponton isap produksi (PIP), serta tambang darat kemitraan yang terdiri atas tambang kecil dan tambang ponton isap darat.
“Kinerja operasional tersebut juga didukung oleh berbagai langkah optimalisasi yang dilakukan secara konsisten. Pada penambangan darat, Perseroan meningkatkan jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu guna memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan sesuai dengan blok rencana kerja yang telah ditetapkan,” ujar Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro melalui keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Pada penambangan laut, Perseroan mengoptimalkan kinerja operasional KIP, mengoperasikan satu unit Kapal Keruk (KK) Singkep 1, meningkatkan produktivitas PIP, serta mengoptimalkan fasilitas sisa hasil pengolahan (SHP) untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan.
Selain itu, kinerja produksi juga didukung oleh penguatan pengawasan dan pengamanan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) dan area produksi, termasuk dukungan satuan tugas (satgas) pemerintah pusat dalam menjaga kondusivitas kegiatan operasional.
Sejalan dengan peningkatan produksi bijih timah, Perseroan membukukan produksi logam timah sebesar 10.865 metrik ton Sn sepanjang semester I/2026, meningkat 58% dibandingkan semester I/2025 sebesar 6.870 metrik ton Sn.
Adapun, penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, meningkat 85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.933 metrik ton.
Restu menuturkan, peningkatan volume penjualan tersebut turut didukung oleh optimalisasi pengelolaan persediaan logam timah untuk memenuhi permintaan pasar.
Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah sepanjang semester I/2026 mencapai US$49.794 per metrik ton, meningkat 52% dibandingkan semester I/2025 sebesar US$32.816 per metrik ton, sejalan dengan masih kuatnya harga timah di pasar global.
Adapun, penjualan logam timah Perseroan masih didominasi oleh pasar ekspor yang berkontribusi sebesar 97% dari total penjualan, sedangkan pasar domestik sebesar 3%.
Logam timah Perseroan utamanya diekspor ke enam negara, meliputi Cina sebesar 36%, India 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%.
“Komposisi penjualan tersebut menunjukkan tetap kuatnya daya saing produk timah Perseroan di pasar internasional serta kepercayaan pelanggan global terhadap kualitas produk dan keandalan pasokan Perseroan,” kata Restu.
Restu mengatakan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum kinerja positif pada semester II/2026 seiring dengan prospek industri timah global yang masih didukung pertumbuhan permintaan dari sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, Perseroan secara konsisten melaksanakan kegiatan eksplorasi di darat maupun di laut guna memastikan keberlangsungan sumber daya dan cadangan mineral timah. Hingga semester I/2026, Perseroan mencatat sumber daya timah sebesar 798.000 ton dan cadangan timah sebesar 312.000 ton sebagai fondasi keberlanjutan kegiatan operasional serta pengembangan usaha Perseroan. Editor : Denis Riantiza Meilanova
