Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66 tahun 2026 menjadi refleksi penting atas perjalanan pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing.
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menandai momen istimewa ini dengan meresmikan dua proyek strategis melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kamis (28/3/2026).
Dua pencapaian tersebut meliputi dimulainya revitalisasi Pasar Sentral Mekongga serta peresmian fasilitas Nursery atau pusat pembibitan yang terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.
Proyek ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pasar Sentral Mekongga selama ini berfungsi sebagai jantung perdagangan yang memasok kebutuhan sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah Kolaka.
Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare ini dirancang agar tampil lebih modern, higienis, tertata, namun tetap mempertahankan karakter tradisionalnya.
Investasi untuk pembangunan 38 blok fungsional ini diproyeksikan mencapai Rp200 miliar dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghidupkan ekonomi warga.
“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah, ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ungkap Bernardus dalam sambutannya saat acara peresmian Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga.
Menariknya, desain pasar baru tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan sampah mandiri guna mewujudkan lingkungan pasar yang bersih dan sehat.
Bupati Kolaka, H. Amri, menyebut langkah ini sebagai strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana perdagangan agar lebih representatif dan nyaman.
“Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Transformasi infrastruktur ini terjadi di tengah lonjakan investasi Kabupaten Kolaka yang mencapai Rp19,36 triliun sepanjang tahun 2025.
Sektor industri logam dasar dan pertambangan tetap menjadi motor penggerak utama yang memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan baru.
Proyek IGP Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan total nilai mencapai Rp67,5 triliun.
Komitmen Lingkungan dan Edukasi Jangka Panjang
Di sisi lingkungan, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang menyatu dengan kawasan Kebun Raya Kolaka.
Fasilitas pembibitan ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun untuk mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan.
Koleksi tanaman yang dikembangkan mencakup flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman cepat tumbuh, serta berbagai jenis tanaman buah dan hias.
Bernardus menambahkan, pembangunan pusat pembibitan ini adalah bukti keseriusan perusahaan dalam menyeimbangkan industri dengan pelestarian alam.
Bupati Kolaka memberikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Vale yang terus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan edukasi lingkungan bagi pelajar.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia atas komitmen nyata yang ditunjukkan dengan hadirnya kita semua di sini. Saya yakin banyak tangan-tangan yang ikut berjuang menyukseskan pembangunan pusat pembibitan ini,” ucapnya.
Melalui sinergi ini, PT Vale menegaskan komitmennya untuk meninggalkan warisan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi masa depan di Kolaka.
