Pekerja tambang mengeruk tanah sudah biasa dan merupakan pekerjaan sehari-hari. Namun jika mereka mengeruk sampah dari sungai, luar biasa dan jarang terjadi.
Hal inilah yang dilakukan para pekerja PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026. Kegiatan pengumpulan sampah tersebut dilakukan saat mereka menyusuri sungai Enim di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (20/6).
Kegiatan bertitel Susur Sungai dan Bersih Sampah tersebut diselenggarakan sebagai wujud nyata komitmen PTBA dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, PTBA terus memperkuat komitmennya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Tanjung Enim Mining Site General Manager PTBA, Satria Wirawan, mengatakan melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata. Apalagi, menjaga kebersihan sungai merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Satria menjelaskan, kegiatan diawali dengan susur Sungai Enim dari titik belakang eks Rumah Makan Kartika hingga Jembatan Kuning Klawas. Selanjutnya, para peserta melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang bantaran Sungai Enim, kawasan Taman Love Bukit Asam, hingga area Masjid Jami Bukit Asam. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 1,56 ton sampah yang berasal dari area pesisir sungai, permukaan Sungai Enim, kawasan Taman Love, dan berbagai fasilitas umum di sekitarnya.
Selain membersihkan lingkungan, PTBA juga melakukan pelepasan 300 ekor benih ikan gurame dan 1.000 ekor benih ikan patin ke sungai Enim. Aksi ini sebagai upaya mendukung kelestarian ekosistem perairan dan menjaga keseimbangan biodiversitas sungai.
Menurut Satria, sungai yang bersih akan menjaga kualitas lingkungan, mengurangi pencemaran, melindungi ekosistem, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada peringatan HLHS, tetapi menjadi budaya yang terus dilakukan bersama melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat,” tuturnya.
Aksi kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Basarnas Sumatera Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Forkopimcam Lawang Kidul, BPBD Kabupaten Muara Enim, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muara Enim, pemerintah desa, mitra kerja PTBA, komunitas pecinta alam dan lingkungan, serta masyarakat.
“Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan,” ujar Satria.
