PT TRIMEGAH Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel mencatatkan kinerja laba bersih kuartalan tertinggi sejak IPO pada 3Q24, dengan realisasi sebesar Rp 2 triliun (+12,6% qoq, +18,2% yoy). Sebagaimana diungkap ulasan Stockbit Sekuritas.
Stockbit Sekuritas menyebutkan hasil tersebut membuat laba bersih Harita Nickel (NCKL) selama 9M24 mencapai Rp 4,8 triliun (+8,4% yoy), melampaui ekspektasi karena setara 93%/91% dari estimasi FY24 Stockbit/konsensus.
“Secara operasional, pendapatan pada 3Q24 tumbuh +11,9% qoq dan beban pokok pendapatan naik lebih moderat (+3,7% qoq), sehingga margin laba kotor meningkat ke level 37,5% (vs. 2Q24: 32,6%). Selain itu, beban operasional turun -7,3% qoq, sehingga mendorong pertumbuhan laba usaha untuk tumbuh lebih tinggi (+35,5% qoq),” jelas investment analyst Stockbit, Hendriko Gani dalam ulasannya, Jumat (22/11/2024).
Di luar operasional, tambah Hendriko, NCKL mencatat peningkatan kerugian lain-lain menjadi Rp 387 miliar (vs. 2Q24: rugi Rp 12 miliar, 3Q23: rugi Rp 32 miliar) yang utamanya disebabkan oleh kerugian kurs sebesar Rp 67 miliar (vs. 2Q24: laba kurs Rp 104 miliar).
Faktor Pendorong
Hendriko Gani menyebutkan, belum terdapat informasi mengenai metrik operasional Trimegah Bangun Persada (NCKL) atau Harita Nickel.
“Namun, NCKL akan mengadakan analyst meeting pada hari ini, Jumat (22/11/2024), di mana kami akan memperhatikan metrik terkait volume produksi, volume penjualan, rata–rata harga jual (ASP), dan serta guidance untuk 2025,” sebutnya.
Meski belum terdapat data operasional, Hendriko memperkirakan pertumbuhan pendapatan NCKL pada 3Q24 utamanya didorong oleh peningkatan volume seiring smelter HPAL milik salah satu anak usaha perseroan, PT Obi Nickel Cobalt (ONC), mulai beroperasi secara penuh pada Agustus 2024. Smelter HPAL tersebut memiliki kapasitas 65.000 ton nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun.
Selain peningkatan volume, kenaikan produksi nikel MHP – yang merupakan salah satu produk intermediary nikel dari pengolahan smelter HPAL – Stockbit prediksi turut meningkatkan ASP dan margin NCKL pada 3Q24. Sebab, produk MHP memiliki ASP dan cash margin yang lebih tinggi dibandingkan feronikel. Editor: Theresa Sandra Desfik
Sumber: investor.id, 22 November 2024
