Rating Baru Antam (ANTM) plus Ramalan Sahamnya

PEFINDO memberikan peringkat AA dengan prospek stabil untuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. Rating baru tersebut mencerminkan kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan dari induk usahanya, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.

Peringkat untuk periode 23 April 2024 hingga 1 April 2025 tersebut juga merefleksikan cadangan dan sumber daya Antam yang berlimpah, leverage keuangan yang sangat konservatif, dan operasi bisnis pertambangan terintegrasi secara vertikal.

“Peringkat Antam dibatasi oleh eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca buruk, serta dinamika peraturan pemerintah dan kondisi makro ekonomi,” tulis Pefindo dalam laporan terbaru, yang dikutip pada Minggu (10/11/2024).

Pefindo dapat menaikkan rating itu jika emiten berkode saham ANTM tersebut dapat menghasilkan pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi dari perkiraan dalam jangka waktu dekat hingga menengah. Caranya dengan meningkatkan kapasitas smelter secara signifikan, integrasi bisnis lebih lanjut, serta memonetisasi investasinya pada ekosistem baterai kendaraan listrik, dengan tetap mempertahankan kinerja keuangan yang konservatif secara konsisten.

Rating bisa diturunkan apabila ANTM secara agresif membiayai ekspansi dengan utang yang jauh lebih besar dari proyeksi tanpa diimbangi dengan kinerja bisnis yang lebih kuat. Peringkat tersebut juga akan berada di bawah tekanan jika ada tanda-tanda berkurangnya dukungan dari MIND ID terhadap kelangsungan operasional ANTM, terutama saat terjadi kesulitan keuangan.

“Kami juga dapat meninjau kembali peringkat ANTM jika terdapat perkembangan yang signifikan dari kasus litigasi terkait penyerahan emas batangan, yang dalam pandangan kami dapat memengaruhi profil kredit perusahaan,” jelas Pefindo.

ANTM telah memenangi perkara tersebut di pengadilan tinggi dan mengalokasikan pencadangan sebesar Rp 1,2 triliun pada 2023.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

ANTM dianggap telah melewati masa sulit. Karena itu, proyeksi laba Antam pada 2024-2025 dinaikkan. “Kami perkirakan skenario terburuk telah dilewati dan kondisi mendatang akan lebih baik,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Broker efek itu kemudian menaikkan proyeksi laba ANTM pada 2024-2025 sebesar 6% berdasarkan kenaikan target penjualan emas. Hal itu mengimbangi kinerja yang kurang baik di segmen nikel.

RHB Sekuritas yakin sentimen penguatan harga emas akan terus mendukung kinerja positif ANTM, didorong oleh perbaikan margin. Manajemen telah mengantisipasi pelemahan harga komoditas dan perseroan tetap menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan pesaingnya.

“Kami perkirakan pertumbuhan laba yang positif tahun depan, didukung oleh pulihnya volume produksi bijih nikel, tambahan laba dari JV, dan kontribusi segmen lainnya,” jelas RHB Sekuritas.

Sementara itu, pasar memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$ 3.000/oz, sedangkan asumsi RHB Sekuritas di US$ 2.500/oz. Pergerakan harga emas sejalan dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

“Meski demikian, kami tetap waspada terhadap potensi risiko dari faktor non-operasional, termasuk peningkatan impairment terkait nilai aset bisnis nikel dan fluktuasi nilai tukar,” ungkap RHB Sekuritas.

Dengan berbagai pertimbangan, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Antam (ANTM) dengan target harga Rp 1.800. Estimasi yield dividen 2025 mencapai 4%. Editor: Jauhari Mahardhika

Sumber: investor.id, 10 November 2024

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top