PT ANEKA Tambang Tbk (ANTM) alias Antam masih memiliki ruang cukup lebar untuk terus memacu produksi bijih nikel pada tahun ini hingga 12 juta wet metric ton (wmt). Volume produksi bijih nikel ANTM sampai 9M24 baru mencapai 7,30 wmt.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arianto Sabtonugroho menyampaikan, Antam memiliki izin dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) untuk produksi bijih nikel total 9 juta wmt pada kuartal III-2024, dari 7,30 wmt volume produksi yang terealisasi pada sembilan bulan tahun ini.
Memasuki Oktober 2024, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan atau MIND ID tersebut kembali menerima izin usaha pertambangan (IUP) tambahan dalam RKAB untuk memproduksi mineral logam dengan simbol kimia Ni itu hingga mencapai 12 juta wmt.
“Jadi, ada ruang sekitar 3 juta wmt lagi bagi Antam untuk memproduksi bijih nikel di kuartal IV-2024,” ungkap Arianto usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Meski mempunyai ruang produksi bijih nikel yang cukup lebar, Arianto tampak agak pesimistis, Antam bisa memaksimalkan produksi bijih nikelnya mencapai 12 wmt. Soalnya, kuartal IV-2024 sudah cukup mepet. Karenanya, dia memperkirakan, Antam hanya akan mampu memaksimalkan produksi bijih nikel hingga 11 juta wmt.
“Tapi yang pasti, produksi nikel akan terus kami tingkatkan. Jadi, dibandingkan tahun lalu, kemungkinan penjualan bijih nikel kami akan tumbuh dengan catatan kami harus terus berupaya,” ujar dia.
Perkara menurunnya penjualan nikel sampai periode September 2024, Arianto bilang, hal itu lebih dikarenakan oleh terlambatnya penerbitan izin RKAB untuk produksi nikel. “Jadi, dibandingkan penjualan nikel tahun lalu memang agak lagging karena telat banget izin produksi RKAB-nya,” papar dia.
Penjualan segmen nikel Antam pada periode Januari-September 2024 tercatat telah berkontribusi sebesar 14% terhadap total penjualan perseroan dengan nilai penjualan mencapai Rp 6,10 triliun.
Pada periode sembilan bulan tersebut, volume produksi feronikel ANTM mencapai 15.244 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan capaian volume produksi penjualan produksi bijih nikel mencapai 7,30 juta wmt dengan capaian volume penjualan bijih nikel pada 9M24 tercatat sebesar 5,71 wmt. Editor: Muawwan Daelami
Sumber: investor.id, 13 November 2024
