PRESIDEN Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan harga mineral kini sedang merangkak naik karena suplai terbatas sementara permintaan komoditas pertambangan terus meningkat. Karena itu, momentum ini menjadi saat yang tepat bagi Indonesia menjadi produsen komoditas pertambangan.
“Harga-harga mineral sudah merangkak naik, suplai terbatas, permintaan naik terus, sehingga saatnya tepat bagi Indonesia untuk betul-betul menjadi produsen, antara lain tembaga, bauksit, dan nikel of course sudah salah satu yang terbesar di dunia. Dan mineral-mineral lain yang potensi akan sangat besar,” ujar Tony dalam BNI Investor Daily Summit 2024.
Tony hadir dalam acara investasi tahunan terbesar di Indonesia, BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (8/10/2024).
Dalam acara ini, Tony hadir sebagai narasumber dalam sesi Special Edition “The Future of Mining: Driving Efficiency and Sustainability through Technology” Tony menyampaikan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya sehingga memiliki potensi pertambangan yang sangat besar.
Menurut Tony, sudah ada beberapa tambang yang telah beroperasi dan masih dalam tahap pengerjaan. Dia berharap, aset ini terus difasilitasi dengan baik agar kita tidak kehilangan momentum.
Tony menyebutkan sebanyak 98% Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi pekerja tambang di Freeport Indonesia. Sedangkan, sebanyak 98% WNI menjadi pekerja di smelter yang dioperasikan oleh Freeport Indonesia meskipun teknologinya masih berasal dari luar negeri.
Untuk itu, Tony berpandangan transformasi teknologi tidak menjadi hal sulit bagi perseroan. Bahkan di Freeport Indonesia yang berlokasi di negara lain, WNI juga dilibatkan menjadi pekerja tambang.
“Jadi memang tidak sulit lagi untuk melakukan transformasi teknologi. Jadi sudah menjadi sangat mudah dan kemampuan dari anak-anak bangsa ini luar biasa,” tandas Tony.
Tony melanjutkan, Freeport Indonesia sejatinya tidak mempunyi inovasi produk dalam pengerjaannya. Dia bilang, perseoran hanya melakukan penambangan bawah tanah, yang bijihnya mengandung bijih tembaga, emas, dan perak di kompleks Tambang Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua.
Dari hulu sampai ke hilir, Freeport Indonesia terus melakukan inovasi agar menjadi produktif, lebih aman, efisien, dan menghasilkan komoditas pertambangan yang lebih banyak lagi. Dengan begitu, manfaatnya dapat terasa hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
“Ujungnya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, terutama masyarakat di sekitar dunia ini,” pungkasnya. Editor: Maswin
Sumber: investor.id, 9 Oktober 2024
