Berita pada hari Minggu, 3 September 2023
Jakarta, Beritasatu.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengeklaim bahwa sektor pertambangan Indonesia sedang menjadi fokus utama bagi investasi asing di antara negara-negara anggota ASEAN lainnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Indonesia, Tony Wenas mengungkapkan, hal ini dipicu oleh kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah.
“Ketika kita berbicara tentang sektor pertambangan, Indonesia jelas unggul di ASEAN. Kami memiliki semua jenis mineral di sini. Oleh karena itu, potensi investasi asing dalam sektor pertambangan kemungkinan besar akan menuju Indonesia di ASEAN,” kata Tony Wenas di sela-sela acara ASEAN Business and Investment Summit 2023 di Jakarta, Minggu (3/9/2023).
Menurut data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing dalam sektor pertambangan mencapai US$2,2 miliar selama paruh pertama tahun 2023.
Tony juga mencatat bahwa total investasi asing di ASEAN mencapai US$ 224 miliar, dengan Singapura masih mendominasi sebagai pusat investasi. Ini tidak terlepas dari posisi Singapura sebagai hub investasi. Investasi asing yang langsung masuk ke Singapura akan keluar lagi ke negara lain, utamanya ke Indonesia.
“Singapura adalah pusat investasi. Investasi dari berbagai tempat, termasuk Singapura, seringkali akan kembali ke Indonesia. Singapura adalah salah satu investor terbesar di Indonesia,” tambah Tony.
Menurut data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing dalam sektor pertambangan mencapai US$2,2 miliar selama paruh pertama tahun 2023.
Tony juga mencatat bahwa total investasi asing di ASEAN mencapai US$ 224 miliar, dengan Singapura masih mendominasi sebagai pusat investasi. Ini tidak terlepas dari posisi Singapura sebagai hub investasi. Investasi asing yang langsung masuk ke Singapura akan keluar lagi ke negara lain, utamanya ke Indonesia.
“Singapura adalah pusat investasi. Investasi dari berbagai tempat, termasuk Singapura, seringkali akan kembali ke Indonesia. Singapura adalah salah satu investor terbesar di Indonesia,” tambah Tony.
Dengan populasi sekitar 700 juta orang dan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,6%, ASEAN saat ini dianggap memiliki potensi besar. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Tiongkok dan India, juga membuatnya menjadi pemain kunci dalam perdagangan regional.
Tony menekankan bahwa stabilitas politik, perpajakan, dan pertumbuhan ekonomi adalah faktor penting untuk menarik minat investor. Menurutnya, pemerintah Indonesia telah menciptakan lingkungan usaha yang stabil, dengan stabilitas politik yang kuat, pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan inflasi yang terkendali.
Tingginya minat investor juga tercermin dalam realisasi investasi selama paruh pertama tahun 2023, yang mencapai Rp 678,7 triliun atau 48,5% dari target investasi tahun 2023 sebesar Rp 1.400 triliun.
Kadin juga optimistis target investasi tahun ini sebesar Rp 1.400 triliun dapat tercapai. Salah satu faktor dominan adalah hilirisasi dalam sektor pertambangan.
“Secara keseluruhan, investasi saat ini sangat menarik,” pungkas Tony.
