Sepanjang 2025, Realisasi PNBP Sektor ESDM Capai Rp 243,41 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa dari sektor ESDM sepanjang 2025 berhasil menyumbang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp243,41 triliun, atau lebih rendah daripada target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) 2025 sebesar Rp255,5 triliun.

Angka tersebut didapat dari sumbangan pada subsektor mineral dan batu bara (minerba), panas bumi, hingga minyak dan gas bumi (migas) yang dicatat Kementerian Keuangan.

Seperti berasal dari sumber daya alam (SDA) minerba sekitar 104,38%, panas bumi 103,4%, migas 83% dan lainnya 311,05%.

Untuk PNPB sektor lainnya mencakup: Badan Layanan Umum (BLU), iuran Badan Usaha Hilir Migas, Domestic Market Obligation (DM) migas, Kompensasi DMO Batu Bara, denda smelter, denda penertiban kawasan hutan (PKH), jasa layanan ketenagalistrikan, museum, pemanfaatan barang Milik Negara (BMN) dan jasa lainnya.

Kalau dilihat, secara angka, Minerba masih menjadi sumbangan terbesar bagi sektor ESDM. Minerba menyumbang sebesar Rp138,37 triliun meskipun kondisi pasar komoditas global sedang fluktuatif, termasuk batubara.

Khusus minerba, angka ini melampaui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN yang dipatok sebesar Rp127,44 triliun.

“Terkait PNBP, disaat harga komoditas lagi, batu bara harganya tidak terlalu, Tapi Alhamdulillah kerja dari ESDM pencapaian target dari PNBP di sektor minerba mencapai 108,56% melampaui target,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konfrensi Pers Kinerja Sektor ESDM, Kamis (8/1/2026).

“Di dalam DIPA Rp 127,44 triliun realisasi Rp 138,37 triliun, ini kerja tim dan butuh konsentrasi dan totalitas,” tambah Bahlil.

Sementara itu, untuk PNBP sektor migas terdapat koreksi. Bahlil menyebut, sebagai perbandingan dalam APBN asumsi harga ICP mencapai US$ 82 per barel. Namun, sejak Januari 2025 hingga Desember 2025 rata-rata harga minyak mengalami penurunan hingga US$ 68 per barel.

“Maka itu berdampak, ketika harga gak sampai US$ 80 berdampak pada pendapatan negara kita. Karena itu pendapatan kita di sektor migas mencapai Rp 105,04 triliun, jadi totalnya 83%. Alasannya asumsi di APBN ICP US$ 82 per barel,” tambah Bahlil.

Adapun, jika dibandingkan, realisasi PNBP 2025 ini mengalami penurunan dari tahun 2024 yang mencapai Rp 269,6 triliun.

Sumber:

– 08/01/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Jumat, 09 Januari 2026

baca selengkapnya

Capaian Positif Tahun 2025, Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Energi Masyarakat

baca selengkapnya

IMA Desak ESDM Percepat RKAB 2026 Agar Kinerja Tambang Terjaga

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top