Singaraja Putra (SINI) Rancang Rights Issue untuk Akuisisi Tambang PTRO Rp1,73 Triliun

PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue untuk mendanai akuisisi perusahaan tambang milik PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Berdasarkan keterbukaan informasi, SINI berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp3,6 triliun.

Direktur Utama SINI Amir Antolis mengatakan dana hasil rights issue akan difokuskan untuk mendukung ekspansi bisnis melalui pengambilalihan PT Karya Mineral Sentosa (KMS) milik PTRO.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi keuangan, terutama dalam memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan posisi ekuitas,” ujar Amir dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (25/5/2026).

Dalam transaksi tersebut, SINI akan mengambil alih sebanyak 507,38 juta saham KMS atau setara 99,995% saham perusahaan tambang tersebut dari PTRO. Nilai akuisisi mencapai Rp1,73 triliun.

Perseroan menjelaskan transaksi itu tergolong material karena nilainya setara 110,27% dari total aset SINI. Selain itu, transaksi juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi lantaran PTRO merupakan afiliasi dari salah satu pengendali perseroan.

Meski demikian, SINI menegaskan transaksi tersebut bukan benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020.

Selain untuk akuisisi KMS, dana rights issue juga akan digunakan untuk melunasi lebih awal utang perseroan kepada sejumlah bank. Adapun rincian pinjaman yang akan dilunasi meliputi fasilitas dari BNI masing-masing Rp300 miliar yang jatuh tempo pada Agustus dan September 2026, serta pinjaman Bank Mandiri sebesar Rp300 miliar yang jatuh tempo September 2026.

Dengan aksi korporasi tersebut, SINI memperkirakan struktur permodalan perseroan akan membaik signifikan. Perseroan memproyeksikan posisi ekuitas yang sebelumnya negatif Rp687,41 miliar dapat berbalik menjadi positif Rp1,53 triliun setelah rights issue terlaksana.

Selain itu, kas dan setara kas diperkirakan meningkat menjadi Rp2,32 triliun, sedangkan total aset diproyeksikan naik menjadi Rp3,99 triliun.

“Pelaksanaan ini juga diproyeksikan menciptakan efisiensi keuangan melalui pelunasan sebagian pokok pinjaman bank yang akan menurunkan beban bunga dan meningkatkan laba bersih,” ujar Amir.

Perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026. Selanjutnya, SINI akan menyampaikan pernyataan pendaftaran rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, PTRO juga masih menunggu persetujuan dari sejumlah kreditur seperti BCA, BNI, dan Bank Mandiri terkait rencana pelepasan saham KMS. Perseroan memastikan koordinasi dengan PTRO terus dilakukan agar seluruh persetujuan dapat diperoleh sebelum pernyataan pendaftaran rights issue disampaikan kepada OJK.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman

Sumber:

– 25/05/2026

Temukan Informasi Terkini

Harga Emas Tinggi Tak Jamin Untung, Emiten Produsen Emas Hadapi Tekanan

baca selengkapnya

Aluminium, Timah, dan Nikel Masih Berpeluang Reli pada Kuartal III-2026

baca selengkapnya

Batu Bara & CPO Bergejolak, Pasar Global Tunggu Jurus Baru Prabowo

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top