Sinyal Dividen PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) cukup dikenal sebagai salah satu emiten bara yang royal membagikan dividen kepada pemegang saham. Periode 2023 dan 2024 menjadi bukti anggota Grup MIND ID ini secara konsisten membayar dividen dengan rasio 75%. Tahun ini, manajemen mengisyaratkan sinyal berbeda.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail berterus terang bahwa manajemen memiliki harapan besar agar ketersediaan arus kas perusahaan tidak sepenuhnya didistribusikan sebagai dividen. Melainkan, disisakan untuk modal pengembangan proyek-proyek PTBA ke depan.

Salah dua proyek PTBA yang dikembangkan tahun ini adalah Proyek Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Mempawah, Kalimantan Barat, berkapasitas 1,25 gigawatt (GW) dan pengoperasian kembali Tambang Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat yang biaya kontraktornya menyedot kas internal perusahaan.

Walau begitu, Arsal membocorkan, PTBA secara umum biasa membagikan dividen. “Nah, mengenai besarannya yaitu ranahnya pemegang saham. Tapi, ancar-ancarnya kami berharap, apa pun keputusan dari pemegang saham tentunya kami ikuti,” ucap Arsal di acara konferensi pers kinerja perseroan tahun buku 2025 di Hotel The Westin, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Sebagai perbandingan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTBA untuk tahun buku 2024 bersepakat mendistribusikan dividen sejumlah Rp3,8 triliun atau sekitar Rp332 per saham.

Dividen tersebut mencerminkan 75% dividend payout ratio (vs 2023: 75%). Padahal, kala itu, PTBA mengantongi laba bersih sebesar Rp2,92 triliun, drop daripada laba bersih periode sebelumnya sebesar Rp5,10 triliun.

Sementara sepanjang tahun buku 2025, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dengan EBITDA mencapai Rp6,08 triliun. Meski, profitabilitas tertekanan oleh harga global, PTBA menunjukkan pemulihan secara kuartalan ditandai dengan meningkatnya arus kas operasi sebesar 24% menjadi Rp6,26 triliun.

Aset PTBA juga bertumbuh menjadi Rp43,92 triliun didorong oleh penambahan aset tetap strategis. Realisasi belanja modal (capex) sebesar Rp4,55 triliun yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.

RKAB 2026

Memasuki tahun buku 2026, PTBA menyambut positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa adanya pemotongan volume produksi. Perseroan membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton pada tahun buku 2026 ini.

Arsal menyampaikan, strategi cost leadership melalui skema selective mining dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi mesin utama perusahaan untuk menjaga daya saing. “PTBA optimistis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional,” tutupnya. Editor: Muawwan Daelami

Sumber:

– 07/04/2026

Temukan Informasi Terkini

PTBA Targetkan Produksi Batu Bara Bisa Tembus 100 Juta Ton di 2030

baca selengkapnya

Laba DEWA Melejit, Bisa Terulang pada 2026? Ini Pendorongnya

baca selengkapnya

Ditekan Harga Nikel, Vale (INCO) Tetap Bukukan Kinerja Solid Sepanjang 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top