Stok Batu Bara Mulai Menipis, Pemerintah Genjot Hilirisasi

Pemerintah terus menggencarkan hilirisasi di tengah menipisnya stok batu bara berkalori menengah ke atas.

Hilirisasi batu bara tersebut mulai dilakukan salah satunya oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk Bambang Ismawan.

“Di samping kita menjalankan bisnis eksisting sekarang yaitu bisnis batu bara, kita harus mulai masuk ke hilirisasi,” ungkap Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk Bambang Ismawan dikutip dari Program Podcast Naratama di kanal YouTube Kompas.com, Rabu (21/10/2026).

Di sisi lain, batu bara berkalori rendah dinilai sangat bagus untuk dihilirisasi atau diolah menjadi produk lain yang bernilai tambah.

Bambang mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menugaskan agar batu bara berkalori rendah diolah menjadi Dimethyl Ether (DME) atau bahan bakar alternatif berbentuk gas yang berpotensi digunakan sebagai pengganti elpiji untuk memasak.

“Ini kebetulan kita sekarang di-handle oleh Danantara. Ini sedang berproses, mudah-mudahan dua hingga tiga tahun lagi sudah operasional dan Commercial Operation Date (COD),” sambung dia. Bambang menilai, hilirisasi penting dilakukan Indonesia, karena negara lain sudah lebih dulu melakukannya.

China melakukan hilirisasi batu bara menjadi DME sudah sejak 10 hingga 20 tahun lalu.

Namun, yang menjadi tantangan adalah investasi untuk hilirisasi ini cukup tinggi.

“Secara teknologi kita bisa memastikan bahwa energi yang kita anggap kotor itu nanti bisa bersih. Itu di negara-negara lain, terutama China yang kemarin kita sudah beberapa kali survei, sudah terbukti. Hanya saja cost-nya memang tinggi, tantangannya di investasi,” ucap Bambang.

Namun, ia belum menjelaskan secara perinci berapa nilai investasi yang dibutuhkan untuk melakukan proses hilirisasi ini.

Sumber:

– 21/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Revisi RKAB 2026 Berdampak ke Emiten Nikel dan Batubara, Simak Rekomendasi Sahamnya

baca selengkapnya

Bahlil Klaim Devisa Batubara Bisa Tembus US$ 30 Miliar, PNBP Rp 160 Triliun pada 2026

baca selengkapnya

Relaksasi Produksi Batu Bara saat Harga Tinggi Perlu Perhitungkan Daya Serap Pasar

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top