KALANGAN ahli pertambangan mendapatkan informasi bahwa preseden hengkangnya Air Products & Chemical Inc (APCI), sebagai investor dalam proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), pada tahun lalu terjadi karena keekonomian proyek yang tidak tercapai.
Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan (Perhapi) Rizal Kasli menjelaskan valuasi ekonomi yang dilakukan dengan menetapkan parameter investasi tidak bisa mendapatkan net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period (PBP) yang ekonomis.
“Sehingga Air Product sebagai penyedia teknologi mundur dari proyek tersebut,” ujar Rizal kepada Bloomberg Technoz, Kamis (3/10/2024).
Selain itu, Rizal mengatakan pemerintah juga tidak memberikan perlakuan yang sama, di mana liquefied petroleum gas (LPG) yang diimpor mendapatkan subsidi, sementara DME yang digadang-gadang sebagai pengganti LPG justru tidak mendapatkan subsidi.
Terpisah, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia/Indonesia Coal Mining Association (APBI/ICMA) mengatakan seluruh proyek-proyek hilirisasi batu bara di Indonesia masih berjalan.
Namun, proyek-proyek tersebut masih dalam tahapan studi kelayakan atau feasibility study, di mana pembiayaan dan nilai keekonomian menjadi aspek yang dikaji.
“Sejauh ini kan masih tetap berjalan ya. Namun, memang terkait dengan pembiayaan dan nilai keekonomian salah satu aspeknya. Sejauh ini proyek-proyek tersebut dalam tahap feasibility study karena memang perlu kajian yang mendalam,” ujar Plt Direktur Eksekutif APBI/ICMA Gita Mahyarani.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan terdapat pihak yang menjegal atau intercept proyek hilirisasi batu bara menjadi DME, yang selama ini digadang-gadang sebagai pengganti LPG.
Bahlil menyebut padahal waktu itu Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking dari proyek yang bertujuan untuk mengelola batu bara rendah kalori menjadi pengganti LPG.
Berdasarkan situs resmi ESDM, DME merupakan senyawa eter paling sederhana mengandung oksigen dengan rumus kimia CH3OCH3 yang berwujud gas sehingga proses pembakarannya berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan LPG.
“Saya tahu ada yang meng-intercept, waktu saya menjadi Menteri Investasi, saya tahu ini ada mainan di-intercept. Begitu saya jadi Menteri ESDM dan menjadi Ketua Umum Golkar, rasanya yang mau coba intercept, saya akan intercept balik,” ujar Bahlil dalam agenda Green Initiative Conference 2024, Selasa (25/9/2024).
Sekadar catatan, Jokowi meresmikan groundbreaking hilirisasi batu bara menjadi DME di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan pada 2022, yang merupakan proyek hilirisasi batubara menjadi DME yang merupakan kerja sama PT Bukit Asam dan PT Pertamina serta dengan APCI dari Amerika Serikat (AS) saat itu.
Namun, APCI memilih untuk hengkang lantaran memilih untuk fokus menggarap proyek hidrogen biru di AS, setelah dijanjikan insentif menarik dari Presiden Joe Biden.
Belakangan, Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail mengatakan perseroan tengah menjajaki peluang untuk bermitra dengan East China Engineering Science and Technology Co Ltd (ECEC) untuk menggawangi proyek penghiliran batu bara menjadi DME tersebut.
“Beberapa kami lihat di China ada beberapa perusahaan yang produksi DME. Dari beberapa itu, yang serius dengan kami namanya East China Engineering and Technology, yang paling serius kami jajaki untuk DME, di samping akan bicara [nilai] keekonomiannya,” ungkapnya dalam konferensi pers kinerja PTBA, Jumat (8/3/2024). (dov/wdh)
Sumber: bloombergtechnoz.com, 3 Oktober 2024
