PT United Tractors Tbk. (UNTR) melaporkan hasil penjualan bisnis di sektor komoditas seperti batu bara, emas, hingga nikel sampai November 2025. UNTR mencatatkan peningkatan penjualan pada masing-masing segmen komoditas tersebut.
Di segmen batu bara, UNTR melalui Pamapersada Nusantara mencatatkan produksi batu bara klien mencapai 136,2 juta ton, dengan overburden removal mencapai 1,02 miliar bank cubic meter (bcm). Produksi batu bara dan overburden removal ini turun secara tahunan dari sebelumnya sebesar 136,8 juta ton produksi batu bara, dan 1,12 miliar bcm overburden removal.
Untuk penjualan batu bara, UNTR melalui Tuah Turangga Agung (TTA) mencatatkan penjualan batu bara termal mencapai 7,32 juta ton, dengan penjualan batu bara metalurgi sebesar 3,55 juta ton. Total penjualan batu bara TTA mencapai 10,87 juta ton sampai November 2025.
Sementara itu, penjualan batu bara termal pihak ketiga TTA mencapai 2,51 juta ton sampai akhir November 2025.
Sebelumnya, UNTR diketahui memasang target produksi dan penjualan batu bara sebesar 14,6 juta ton pada 2025, sejalan dengan mulai pulihnya hambatan logistik yang sempat mengganggu kinerja tahun ini.
Sekretaris Perusahaan UNTR Ari Setiyawan sebelumnya menjelaskan produksi batu bara UNTR pada 2025 diperkirakan juga akan ditutup pada level 14,5–14,6 juta ton, termasuk kontribusi aktivitas perdagangan batu bara dari pihak ketiga. Capaian tersebut dinilai on track dengan rencana kerja yang telah disusun sejak awal tahun.
Sementara itu, dari sisi penjualan emas melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya, UNTR mencetak penjualan emas mencapai 215.000 ons sampai November 2025. Penjualan ini naik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 210.000 ons.
Adapun dari sisi penjualan nikel melalui Stargate, UNTR mencetak total penjualan sebesar 2,04 juta wet metric ton nikel, yang terdiri dari 1,35 juta wmt limonite dan 690 wmt saprolite.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman
