Emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menargetkan peningkatan penjualan emas, batu bara, dan alat berat pada semester II/2026, setelah kinerja perseroan tertekan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Corporate Secretary United Tractors Ari Setiyawan menjelaskan pendapatan bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp58,3 triliun pada semester I/2026, turun 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp68,53 triliun.
“Penurunan tersebut terutama dipicu oleh lebih rendahnya penjualan setara emas PT Agincourt Resources (PTAR), serta pelemahan kinerja segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal dan metalurgi,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (9/10/2026).
PTAR membukukan penjualan setara emas sebesar 15.000 ons pada semester I/2026, anjlok 87% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Kondisi tersebut terjadi setelah operasi perusahaan tambang emas itu dihentikan sementara hingga pertengahan Mei 2026.
Memasuki semester II/2026, UNTR memproyeksikan penjualan setara emas PTAR meningkat menjadi 45.000 ons. Target tersebut diharapkan mendorong pemulihan kinerja segmen pertambangan emas dan mineral lainnya setelah mengalami tekanan pada enam bulan pertama tahun ini.
Di segmen batu bara, UNTR juga menargetkan penjualan batu bara termal dan metalurgi dari tambang milik perseroan mencapai 4 juta ton pada semester II/2026. Target itu menyusul revisi kuota produksi yang telah disetujui pemerintah, dari sebelumnya 7,5 juta ton menjadi 12,4 juta ton.
Ari menyampaikan pemerintah telah menyetujui revisi kenaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional pada Agustus 2026. Kebijakan tersebut diharapkan berdampak positif terhadap penjualan batu bara dan peningkatan utilisasi alat berat.
Meski demikian, realisasi penjualan batu bara berpotensi berada di bawah kuota produksi yang diperoleh perseroan. UNTR menghadapi kendala logistik akibat rendahnya curah hujan yang menyebabkan ketinggian air sungai tidak memadai untuk dilalui kapal pengangkut batu bara atau tongkang (barging).
Pada semester I/2026, penjualan batu bara termal dan metalurgi dari tambang milik UNTR tercatat sebesar 6 juta ton, turun 10% secara tahunan. Perseroan berencana menjual sisa produksi pada awal 2027 apabila penjualan pada semester II/2026 tidak dapat menyerap seluruh kuota produksi yang tersedia.
Sementara itu, pada segmen alat berat, UNTR mencatat penjualan 1.994 unit Komatsu sepanjang semester I/2026, turun 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perseroan masih mempertahankan target penjualan alat berat sepanjang 2026 sebanyak 4.000 unit.
Menurut Ari, kenaikan kapasitas produksi pelanggan membuat mereka cenderung mengoptimalkan penggunaan alat berat yang telah dimiliki sebelum melakukan investasi baru. Dengan demikian, pembelian alat berat tambahan umumnya baru dilakukan ketika tingkat utilisasi peralatan yang tersedia telah optimal.
“UNTR menyatakan terus memantau peluang permintaan alat berat ke depan,” imbuhnya. Editor : Wibi Pangestu Pratama
