Update mengenai Amman Mineral (AMMN)

Emiten terafiliasi Grup Salim, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis, 6 Juni 2024 ini.

Rapat digelar mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Gedung The Energy SCBD Jakarta.

Daftar pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat namanya sebagai pemegang saham Amman Mineral (AMMN) pada 14 Mei 2024 pukul 16.00 WIB.

Salah satu mata acara rapat adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan.

Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 252,14 juta atau setara Rp 3,99 triliun pada 2023, turun 76,94% dibanding tahun sebelumnya US$ 1,09 miliar.

Tercatat pula dalam laporan keuangan 2023, terdapat saldo laba belum dicadangkan US$ 2,44 miliar per 31 Desember 2023.

Saham

Saham Amman Mineral Internasional pada perdagangan 5 Juni kemarin ditutup anjlok 6,46% ke Rp 11.950. Meski demikian, dalam satu bulan terakhir saham AMMN masih naik 20,71%.

Nilai kapitalisasi pasar atau market cap AMMN tembus Rp 867 triliun atau ketiga terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di nomor 1, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di nomor 2.

Sementara itu, Amman (AMMN) mem-bukukan penjualan bersih US$ 602 juta pada kuartal I-2024, naik tipis 1% dari periode yang sama tahun lalu dengan raihan US$ 597 juta.

Sedangkan, EBITDA menyusut 7% dari US$ 349 juta menjadi US$ 326 juta. Adapun laba bersih juga terpangkas 27% dari US$ 179 juta ke US$ 131 juta pada kuartal I-2024.

“Meskipun hasil produksi yang baik pada Q1 2024, penjualan bersih hanya naik sebesar 1%. Hal ini karena penurunan harga tembaga sebesar 19%, yang diimbangi oleh peningkatan volume penjualan emas dan tembaga masing-masing sebesar 15% dan 5%, serta peningkatan harga emas sebesar 9%,” ungkap Direktur Keuangan AMMN, Arief Sidarto dalam keterangan resmi, 30 April 2024.

Selain itu, lanjut dia, terdapat penundaan pengiriman selama beberapa minggu pada bulan Januari 2024 karena perseroan perlu merevisi izin ekspor agar bea ekspor tetap di 10%.

“Selama kuartal pertama tahun 2024, Amman menunjukkan ketahanan finansial di tengah beberapa tantangan dan ber-komitmen untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang hati-hati dan pengendalian biaya yang ketat,” kata Arief Sidarto. Editor: Theresa Sandra Desfika

 

Sumber : Investor.id, 06 Juni 2024

 

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Kamis, 02 April 2026

baca selengkapnya

Harga Batu Bara Acuan (HBA) April 2026, Kalori Tinggi Turun ke US$99,87 per Ton

baca selengkapnya

Bukit Asam (PTBA) Cetak Laba Rp2,93 Triliun pada 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top