Vale Hanya Dapat 30% Volume Produksi dari Pengajuan ke Pemerintah

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) baru saja mendapatkan persetujuan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) 2026 yang di dalamnya termuat rencana produksi sepanjang tahun ini. Namun ternyata Vale harus gigit hari karena tidak terpenuhinya harapan manajemen terkait jumlah Nikel Ore yang akan diproduksi.

Bernardus Irmanto, Direktur Utama Vale menjelaskan Vale memang sudah memperoleh persetujan RKAB dan produksi nikel ore tapi kuotanya jauh dari yang dibutuhkan.

“Jadi yang kemudian menjadi permohonan dukungan kami adalah terkait dengan kuota penambangan atau produksi or dari tambang kami di Pomala, Bahodopi, dan Sorako,” kata Bernardus dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Senin (19/1).

Bernardus memang tidak menyebutkan detail jumlah produksi yang disetujui oleh Menteri ESDM tapi yang jelas jumlah produksi Vale tahum ini bahkan tidak mencapai 50% dari yang diajukan perusahaan tambang nikel yang paling akhir bergabung dengan grup MIND ID.

“Saat ini kami sudah memperoleh approval atau persetujuan atau pengesahan RKAB. Namun demikian kuota yang diberikan kepada PT.Vale sekitar 30% dari apa yang kami minta kemungkinan bisa tidak akan bisa memenuhi komitmen-komitmen kami terhadap pabrik-pabrik,” jelas Bernardus.

Adapun kebutuhan nikel yang besar nantinya menurut Vale akak digunakan untuk memasuk ke fasilitas pengolahan nikel tambahan yang saat ini sedang digarap. (RI)

Sumber:

– 19/01/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Selasa, 20 Januari 2026

baca selengkapnya

ESDM Pasang Target Tinggi: PNBP Minerba 2026 Rp 134 Triliun

baca selengkapnya

Vale (INCO) Bukukan Pendapatan Rp15,03 Triliun per November 2025

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top