143 Miliar Ton Batu Bara Jadi Modal Indonesia Jaga Ketahanan Energi

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, menilai bahwa sektor batu bara masih memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan energi nasional. Khususnya sebagai sumber utama pasokan energi pembangkit listrik di Indonesia.

“Indonesia sendiri memiliki sumber daya batu bara lebih dari 143 miliar ton yang menjadi modal strategis dalam menjaga ketersediaan energi jangka panjang, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia, Selasa (12/5/2026).

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa industri batu bara saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari fluktuasi harga komoditas, peningkatan biaya operasional, tuntutan pengurangan emisi karbon, hingga implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong penerapan prinsip good mining practice melalui penguatan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, reklamasi pasca tambang, efisiensi energi, serta tata kelola pertambangan yang transparan dan akuntabel,” imbuhnya.

Tri Winarno juga menekankan pentingnya transformasi teknologi untuk meningkatkan daya saing industri pertambangan nasional. Pemanfaatan teknologi digital, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem pemantauan berbasis data dinilai mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keselamatan kerja.

“Penerapan armada alat berat otonom berbasis GPS dan AI, penggunaan teknologi IoT (Internet of Things) untuk predictive maintenance, hingga pengembangan teknologi coal beneficiation sebagai bentuk inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus nilai tambah batu bara Indonesia,” paparnya.

DME Substitusi Impor LPG

Ia menyatakan, pemerintah terus mendorong penguatan investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi pertambangan inovatif. Termasuk pengembangan smart mining, clean coal technology, dan efisiensi energi.

Selain transformasi teknologi, pemerintah juga terus memperkuat program hilirisasi batu bara sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah sumber daya alam nasional.

“Pengembangan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi impor LPG jadi salah satu prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia,” ungkap dia.

Pengembangan Batu Bara Lainnya

Dirjen Minerba turut menyoroti potensi pengembangan hidrogen dan amonia berbasis batubara dengan dukungan teknologi rendah karbon. Termasuk penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dalam mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca dan pencapaian net zero emission (NZE).

Menurut dia, transisi energi harus dilakukan secara realistis, bertahap, dan berkeadilan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan energi masing-masing negara.

“Oleh karena itu, pemanfaatan batu bara tetap perlu dikelola secara cerdas, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” pungkas Tri Winarno.

Sumber:

– 12/05/2026

Temukan Informasi Terkini

Purbaya Tunda Bea Keluar Batu Bara dan Nikel, Potensi Penerimaan Rp 200 Triliun Melayang

baca selengkapnya

Bahlil sampaikan progres penataan izin tambang bermasalah ke Istana

baca selengkapnya

Coaching Clinic RKAB Batu Bara Kembali Digelar, 100 Perusahaan Ikut Pendampingan

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top