PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, memperkenalkan praktik pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab melalui ajang Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 Jakarta International Expo (JIExpo), 2-3 November 2026.
Dalam pameran tersebut, PTAR menghadirkan berbagai informasi dan program unggulan perusahaan yang mencakup operasional pertambangan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan pendidikan masyarakat.
Partisipasi ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memperkenalkan pengelolaan Tambang Emas Martabe kepada masyarakat luas, sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam Minerba Convex 2026 merupakan kesempatan untuk memperlihatkan berbagai upaya yang dilakukan PTAR dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
“Melalui partisipasi di Minerba Convex 2026, kami ingin memperkenalkan lebih dekat pengelolaan Tambang Emas Martabe kepada publik. Kami juga ingin menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat,” ungkap Katarina dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Di area pameran, PTAR menghadirkan empat area utama yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan dan kontribusi perusahaan. Pada area operasional tambang, pengunjung dapat mengenal proses pertambangan Martabe melalui poster, video profil perusahaan, serta sampel batuan yang berasal dari area tambang.
Sementara itu, pada area pelestarian lingkungan, PTAR memperkenalkan berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati di ekosistem Batang Toru. Salah satu program yang ditampilkan adalah Stasiun Riset Batang Toru yang mulai dibangun pada 2025.
Stasiun riset tersebut dikembangkan sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan kolaborasi konservasi keanekaragaman hayati dengan melibatkan akademisi, peneliti, serta berbagai lembaga terkait. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap upaya perlindungan ekosistem Batang Toru melalui kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Tidak hanya menampilkan aktivitas operasional dan lingkungan, PTAR juga membawa produk unggulan UMKM binaan untuk diperkenalkan kepada pengunjung. Salah satunya adalah Cokelat Martabe yang diproduksi menggunakan biji kakao lokal di Rumah Cokelat.
Produk tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 68–70 batang per hari dengan empat varian rasa. Cokelat Martabe telah dipasarkan melalui 29 gerai oleh-oleh dan kafe di Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Medan. Pada periode Juli hingga September 2026, produk ini mencatatkan penjualan sebanyak 1.780 batang.
Selain Cokelat Martabe, pengunjung juga dapat melihat dan membeli kain batik khas Tapanuli Selatan beserta produk turunannya serta berbagai makanan ringan lokal. Sejumlah mitra UMKM binaan turut hadir langsung di booth untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas peluang pemasaran.
Pada sektor pendidikan, PTAR memperkenalkan program Beasiswa Martabe Prestasi yang pada 2026 menjangkau 341 pelajar dan mahasiswa dari Kabupaten Tapanuli Selatan serta Kota Padangsidimpuan. Total nilai beasiswa yang disalurkan mencapai Rp5,29 miliar.
Sejak diluncurkan pada 2017, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 3.037 pelajar dan mahasiswa dengan total investasi pendidikan mencapai Rp24,11 miliar. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional.
PTAR juga memperkenalkan OlympiAR, kompetisi karya ilmiah dan inovasi yang terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ketiga pada 2026, kompetisi ini mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan dan inovasi terkait praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Rangkaian kegiatannya mencakup roadshow ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Padang.
OlympiAR merupakan bagian dari program E-Coaching Jam (ECJ) yang telah dijalankan PTAR sejak 2014. Program ini mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan aplikatif. Hingga 2024, ECJ telah menjangkau lebih dari 5.000 mahasiswa di seluruh Indonesia melalui kolaborasi dengan puluhan pakar lintas bidang.
Melalui berbagai program tersebut, PT Agincourt Resources menegaskan komitmennya untuk menjalankan kegiatan pertambangan yang tidak hanya memperhatikan aspek operasional, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe. (srv)
