PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, memperkuat integrasi digital untuk menopang pengelolaan operasi tambang, smelter, pembangkit listrik, hingga fasilitas regasifikasi dalam satu ekosistem bisnis.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengelolaan data dan integrasi berbagai fungsi bisnis untuk mempercepat pengambilan keputusan di tengah operasional perusahaan yang semakin kompleks.
Vice President Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana mengatakan, digitalisasi telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.
“Di AMMAN, digitalisasi merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Melalui sistem yang semakin terintegrasi, kami terus memperkuat tata kelola, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan kinerja perusahaan,” ujar Kartika dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
“Sejalan dengan visi AMMAN, kami terus memanfaatkan data, otomasi, dan teknologi untuk mendorong kinerja bisnis yang berkesinambungan,” lanjutnya.
Integrasi Digital Dibangun sejak 2020
AMMAN secara bertahap membangun fondasi digital sejak 2020 untuk mendukung perkembangan bisnis perusahaan.
Melalui sistem yang terintegrasi, berbagai fungsi perusahaan, mulai dari keuangan, pengadaan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan data dan analitik, dapat berjalan dalam satu ekosistem yang lebih efisien, transparan, dan adaptif.
Transformasi tersebut juga diterapkan pada layanan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Salah satunya melalui pengembangan Automated Teller Gold Machine (ATGM).
ATGM memungkinkan proses pembelian dan penebusan emas dilakukan secara lebih cepat, aman, dan terdokumentasi secara real-time, mulai dari validasi stok hingga pencatatan transaksi secara elektronik.
Penerapan teknologi tersebut mengantarkan AMMAN meraih pengakuan dalam SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026 pada kategori Autonomous Suite dan Data & AI.
Kategori tersebut menilai kemampuan perusahaan membangun proses kerja digital yang lebih otomatis dan saling terhubung, sekaligus mengubah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Pengakuan tersebut diberikan atas pemanfaatan teknologi cloud dalam transformasi bisnis melalui sistem kerja yang semakin terintegrasi dan berbasis data.
Digitalisasi dalam Konteks Pertumbuhan Ekonomi
Pemanfaatan teknologi untuk mengintegrasikan proses bisnis seperti yang dilakukan AMMAN berlangsung di tengah semakin besarnya peran transformasi digital dalam kegiatan ekonomi. Pemerintah melihat digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya berkaitan dengan efisiensi perusahaan, tetapi juga berpotensi memberikan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, transformasi digital dan AI diperkirakan dapat memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,8 persen hingga 1 persen.
“Kalau di beberapa publikasi yang bisa kami kutip, kalau ini kita bisa dorong terus tambahan pertumbuhan ekonominya itu antara 0,8 sampai dengan 1 persen,” ujar Ferry dalam acara Risk and Governance Summit 2026, Selasa (14/7/2026).
Ferry menjelaskan, potensi tambahan pertumbuhan tersebut dapat berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembangunan pusat data (data center), peningkatan produktivitas di berbagai sektor, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi.
Menurut dia, transformasi digital juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga dapat memperkuat daya saing pelaku usaha nasional.
