Aneka Tambang (ANTM) Cetak Laba Bersih Rp6,91 Triliun Semester I/2026

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,91 triliun pada Semester I/2026. Capaian tersebut tumbuh 34% dibandingkan dengan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,14 triliun.

Direktur Utama ANTM Untung Budiharto mengatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh penguatan operasional serta disiplin dalam pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas.

“Pada 1H26 Perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten,” kata Untung dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026).

Sejalan dengan pertumbuhan laba, ANTM juga mencatatkan peningkatan EBITDA sebesar 35% menjadi Rp9,62 triliun pada Semester I/2026, dari Rp7,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor ANTM naik 32% menjadi Rp10,85 triliun dari Rp8,24 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat 38% menjadi Rp8,44 triliun dari Rp6,14 triliun.

Penghasilan lain-lain juga meningkat 41% menjadi Rp559,37 miliar dari Rp395,42 miliar pada Semester I/2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan laba selisih kurs dan bagian keuntungan entitas asosiasi.

Pertumbuhan kinerja tersebut turut mendorong laba bersih per saham dasar ANTAM menjadi Rp265,85, naik 36% dibandingkan Rp195,43 per saham pada Semester I/2025.

Penjualan Antam Tumbuh 6%

Dari sisi pendapatan, ANTM membukukan penjualan bersih Rp62,71 triliun sepanjang Semester I/2026, meningkat 6% dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan domestik masih mendominasi dengan kontribusi Rp60,15 triliun atau sekitar 96% dari total penjualan bersih ANTAM. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari penjualan produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit di pasar dalam negeri.

Produk emas menjadi penopang utama penjualan ANTM dengan kontribusi sekitar 80% terhadap total penjualan. Penjualan emas tercatat Rp50,39 triliun, naik tipis dari Rp49,68 triliun pada Semester I/2025.

Dari sisi volume, penjualan emas mencapai 18.080 kilogram atau sekitar 581.286 troy ounce. Sementara itu, produksi emas dari tambang ANTM mencapai 433 kilogram atau sekitar 13.921 troy ounce.

Segmen nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel memberikan kontribusi Rp10,41 triliun atau sekitar 17% terhadap total penjualan. Nilai tersebut meningkat 32% dibandingkan Rp7,87 triliun pada Semester I/2025.

Untung mengatakan capaian operasional tersebut mencerminkan optimalisasi portofolio komoditas serta konsistensi perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional.

“Capaian kinerja operasional ANTAM pada 1H26 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Antam Perkuat Likuiditas

Selain mencatat pertumbuhan laba dan penjualan, ANTM juga memperkuat posisi keuangannya. Total aset perusahaan pada Semester I/2026 mencapai Rp61,27 triliun, meningkat 27% dibandingkan Rp48,38 triliun pada Semester I/2025.

Ekuitas Antam juga tumbuh 14% menjadi Rp38,53 triliun dari Rp33,71 triliun. Sementara itu, posisi kas dan setara kas tercatat Rp9,23 triliun.

Manajemen menyebut pengelolaan keuangan perusahaan difokuskan pada peningkatan cash conversion, optimalisasi modal kerja dan persediaan, serta pengelolaan likuiditas secara hati-hati.

Posisi kas tersebut memberikan fleksibilitas keuangan bagi Antam untuk memenuhi kebutuhan operasional, menjaga likuiditas, sekaligus mendukung pelaksanaan sejumlah proyek strategis perusahaan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Ibad Durrohman

Sumber:

– 29/08/2026

Temukan Informasi Terkini

Aturan DHE SDA Dilonggarkan, 64 Eksportir Tambang Bisa Parkir Devisa 3 Bulan

baca selengkapnya

Kinerja Merdeka Gold (EMAS) Diproyeksikan Pulih Semester II/2026

baca selengkapnya

Simak Prospek Kinerja Aneka Tambang (ANTM) di Semester II-2026

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top