Antam (ANTM) Perkuat Bisnis Emas dan Nikel, Buyback Saham Masih Dikaji

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antar membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 6,91 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,14 triliun.

Sejalan dengan kinerja tersebut, perusahaan tambang pelat merah ini terus memperkuat fundamental bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, termasuk melalui optimalisasi operasional dan pengembangan usaha bernilai tambah.

Corporate Secretary Antam Wisnu Danandi Haryanto mengatakan, kinerja keuangan perseroan pada paruh pertama 2026 mencatatkan pertumbuhan positif.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 62,71 triliun pada semester I 2026, naik 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 59,02 triliun.

“Kinerja ini menjadi modal strategis bagi Antam untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, menjaga ketahanan industri nasional, dan menjaga kepercayaan pemegang saham. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik, terukur dan bertanggung jawab,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Antam mengelola portofolio bisnis yang mencakup emas, nikel, dan bauksit.

Perseroan berfokus pada optimalisasi operasional bernilai tambah tinggi serta pengembangan usaha berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri pertambangan Indonesia di tingkat global.

Antam masih kaji opsi buyback saham

Selain memperkuat operasional bisnis, Antam mencermati dinamika pasar modal dan mengevaluasi sejumlah opsi strategis, termasuk kemungkinan melakukan pembelian kembali saham atau buyback.

Menurut Wisnu, opsi tersebut masih dalam tahap kajian. Perseroan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan langkah yang akan diambil.

Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kekuatan fundamental dan kemampuan keuangan perusahaan, serta prioritas kebutuhan pendanaan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.

Salah satu perhatian perseroan adalah kebutuhan pendanaan untuk mendukung agenda hilirisasi nasional.

Wisnu menjelaskan, Antam akan mempertimbangkan langkah yang adaptif terhadap perkembangan kondisi pasar dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

“Antam senantiasa mencermati dinamika pasar dan mengevaluasi Langkah strategis yang relevan sesuai dengan kondisi terkini. Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tetap sejalan dengan penguatan fundamental perusahaan, selaras dengan kepentingan nasional, serta mendorong penciptaan nilai yang maksimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” terang Wisnu.

Perseroan menyatakan penguatan fundamental bisnis dilakukan melalui pengelolaan portofolio emas, nikel, dan bauksit, optimalisasi operasional, serta pengembangan usaha berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Sumber:

– 23/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Laba Darma Henwa (DEWA) Naik 114,55% Jadi Rp513 Miliar Kuartal III/2026

baca selengkapnya

Buyback AMMN Rp 1 Triliun, Simak Rekomendasi dan Target Harganya

baca selengkapnya

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top