Laba Darma Henwa (DEWA) Naik 114,55% Jadi Rp513 Miliar Kuartal III/2026

Emiten kontraktor pertambangan grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) mencatatkan kenaikan laba bersih lebih dari dua kali lipat seiring dengan pertumbuhan pendapatan usaha pada kuartal III/2026.

Berdasarkan laporan keuangan akhir September 2026, DEWA membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp513,08 miliar.

Capaian tersebut meningkat 114,55% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan posisi Rp239,14 miliar pada kuartal III/2025.

Lonjakan laba bersih perseroan seturut pertumbuhan pendapatan. Hingga akhir September 2026, DEWA meraup pendapatan sebesar Rp5,10 triliun atau meningkat 9,71% YoY dibandingkan periode sama tahun lalu yakni Rp4,65 triliun. Seluruh pendapatan ini berasal dari segmen jasa pertambangan.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan DEWA terkendali dengan kenaikan 2,26% YoY menjadi Rp4,06 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan terkerek 53,72% YoY menjadi Rp1,03 triliun, dari posisi Rp673,15 miliar pada kuartal III/2025.

Kinerja positif DEWA sepanjang kuartal III/2026 juga ditopang oleh pos-pos operasional lainnya, seperti pos pendapatan lain-lain bersih yang melonjak menjadi Rp260,20 miliar dari sebelumnya Rp19,86 miliar per September 2025.

Perseroan juga mencatatkan keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp3,53 miliar, membaik dari posisi kerugian selisih kurs Rp2,96 miliar pada tahun lalu.

Kendati demikian, DEWA mencatatkan peningkatan pada beban operasional. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp322,35 miliar dari sebelumnya Rp181,70 miliar. Beban keuangan perseroan juga membengkak menjadi Rp319,43 miliar dibandingkan periode September 2025 yang tercatat Rp177,97 miliar.

Sementara itu, meski terdapat kenaikan beban, perseroan tetap mampu membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp659,90 miliar, melesat 98,15% YoY dibandingkan capaian Rp333,02 miliar pada kuartal III/2025.

Alhasil, kenaikan bottom-line mendorong laba per saham dasar perseroan meningkat ke Rp13,10 dari posisi sebelumnya Rp6,34 per 30 September 2025.

Dari segi neraca keuangan, total aset DEWA hingga akhir September 2026 tercatat menguat 8,38% menjadi Rp18,13 triliun, dibandingkan posisi akhir Desember 2025 (year to date/YtD) sebesar Rp16,73 triliun.

Peningkatan aset tersebut selaras dengan naiknya liabilitas perseroan sebesar 21,16% YtD menjadi Rp9,86 triliun, dari sebelumnya Rp8,14 triliun. Sementara itu, total ekuitas DEWA terkoreksi 3,74% YtD menjadi Rp8,26 triliun.

Adapun posisi kas dan bank pada akhir periode DEWA tercatat sebesar Rp744,92 miliar, atau mengalami penurunan 36,64% YoY dibandingkan kuartal III/2025.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Hesti Puji Lestari

Sumber:

– 25/10/2026

Temukan Informasi Terkini

Antam (ANTM) Perkuat Bisnis Emas dan Nikel, Buyback Saham Masih Dikaji

baca selengkapnya

Buyback AMMN Rp 1 Triliun, Simak Rekomendasi dan Target Harganya

baca selengkapnya

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top