Bahlil Siapkan Skema Baru Tambang, Porsi Negara Bakal Diperbesar

Pemerintah berencana memperkuat penguasaan negara atas wilayah pertambangan sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor tersebut, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa langkah ke depan akan difokuskan pada peningkatan kontribusi sektor tambang terhadap pendapatan negara, baik dari tambang lama maupun proyek baru.

“Khususnya pertambangan-pertambangan baik yang lama maupun yang baru itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal,” kata Bahlil, usai pertemuan terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Selasa (5/4/2026).

Ia juga memaparkan bahwa pembenahan tersebut akan menyentuh skema pembagian hasil antara pemerintah dan pihak pengelola. Model yang dipertimbangkan akan mengacu pada praktik di sektor minyak dan gas.

“Kita akan memakai contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita. Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split, mungkin pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta,” jelasnya.

Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam melalui sistem perizinan atau konsesi. Hanya saja, akan ada instrumen tambahan yang dirancang agar porsi penerimaan negara menjadi lebih optimal.

“Tetap konsesi, tetapi kita akan mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara, dan negara harusnya kan mendapatkan porsi yang lebih besar,” tandas Bahlil.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari pembahasan terbatas antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Selasa (5/4/2026). Agenda diskusi mencakup perkembangan harga minyak mentah global serta arah kebijakan pemerintah dalam membenahi sektor pertambangan nasional.

Usai pertemuan, Bahlil menyampaikan bahwa dirinya dipanggil langsung oleh Presiden untuk melaporkan kondisi terkini sektor energi, termasuk dinamika pergerakan harga minyak.

“Tadi saya kebetulan dipanggil oleh Bapak Presiden untuk membahas beberapa perkembangan termasuk di dalamnya adalah harga crude BBM terhadap ICP,” kata Bahlil. Editor : Nirmala Aninda

Sumber:

– 05/05/2026

Temukan Informasi Terkini

Berita Harian, Selasa, 12 Mei 2026

baca selengkapnya

Apa Alasan Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang?

baca selengkapnya

Sikap Vale (INCO) soal Wacana Skema Baru Bagi Hasil Tambang

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top