PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memperkuat sinergi dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk mendorong pengembangan industri bullion emas nasional.
Kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus memperluas akses investasi emas berbasis digital bagi masyarakat.
Direktur Sales & Distribution BRIS Anton Sukarna menyebut kolaborasi ini menjadi langkah akselerasi bisnis emas perseroan.
“Bisnis emas BRIS tumbuh pesat melalui layanan bullion, cicil, dan gadai emas. Sinergi dengan ANTM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan berasal dari ANTM,” ujar Anton dalam siaran pers resmi dikutip, Senin, 20 April 2026.
Kesepakatan kerja sama ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta pada 13 April 2026. Kolaborasi ini mencakup pengembangan layanan perdagangan emas logam mulia secara digital, penguatan distribusi ritel, serta sinergi pemasaran dan edukasi investasi emas.
Kerja sama ini merupakan pengembangan dari kolaborasi yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Sepanjang 2025, BRIS tercatat menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTM pada kategori pihak berelasi dan sekitar 11 persen dari total penjualan emas secara keseluruhan.
Anton menegaskan penguatan sinergi ini juga sejalan dengan peran BRIS sebagai bullion bank. Perseroan berupaya memperluas akses kepemilikan emas melalui layanan digital yang terintegrasi dan mudah dijangkau masyarakat.
“Momentum ini menjadi titik akselerasi bagi bisnis emas BRIS setelah memperoleh izin bullion bank. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memiliki emas dengan cara yang lebih praktis dan aman,” katanya.
Dari sisi kinerja, jumlah nasabah bullion BRIS mendekati 1 juta dengan pertumbuhan 658 persen secara tahunan. Sementara itu, nasabah cicil emas tercatat lebih dari 565 ribu atau tumbuh 54,67 persen hingga Maret 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial ANTM Handi Sutanto menyatakan kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses investasi bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan emas berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis,” ujarnya.
Sepanjang 2025, ANTM mencatatkan produksi emas sekitar 743 kilogram dengan volume penjualan lebih dari 37 ton. Capaian tersebut mencerminkan tingginya permintaan domestik terhadap emas.
Handi menambahkan kerja sama ini diharapkan memperluas jangkauan layanan emas, baik melalui kanal distribusi fisik maupun digital. Selain itu, kolaborasi ini juga mendukung penguatan ekosistem emas nasional yang terintegrasi dari sisi pasokan hingga akses layanan keuangan berbasis emas.
Sinergi BRIS dan ANTM menjadi bagian dari pengembangan industri bullion nasional. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk memperkuat monetisasi emas serta meningkatkan peran emas sebagai instrumen investasi di masyarakat.
