Danai Proyek Tambang Emas Pani, Merdeka Gold Resources Melantai di Bursa Hongkong

Emiten emas PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) resmi melakukan pencatatan saham di The Stock Exchange of Hong Kong (HKEX) melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR).

Aksi korporasi ini diharapkan menjadi katalis positif bagi industri pertambangan nasional.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pencatatan saham tersebut adalah langkah strategis dalam memperluas basis investor global.

Selain itu, aksi korporasi ini juga diharapkan dapat menarik investor untuk mendanai Proyek Tambang Emas Pani sekaligus menjadi indikator adaptifnya regulasi pasar keuangan domestik terhadap ekosistem finansial internasional.

“Aksi dual listing ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat momentumnya (well-timed). Keputusan tersebut didorong oleh kombinasi faktor makroekonomi global serta kebutuhan mikro perseroan dalam mengamankan struktur permodalan jangka panjang,” kata Nafan dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Nafan mengatakan, dari sisi makro komoditas emas tengah berada dalam tren positif sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi ekonomi global.

Dia menjelaskan, dengan melantai di bursa internasional saat harga komoditas utama sedang kuat memberikan daya tawar serta valuasi yang optimal bagi EMAS dalam menarik minat pemodal asing.

“Di tengah ketatnya likuiditas domestik, mencari pendanaan di hub finansial global seperti Hong Kong adalah langkah cerdik,” jelasnya.

Melalui pencatatan di HKEX, EMAS tidak lagi hanya bergantung pada arus modal di Bursa Efek Indonesia (BEI), melainkan mampu menyerap likuiditas global secara langsung untuk menopang ekspansi korporasi.

Nafan mengatakan HKEX memiliki standar regulasi, tata kelola (corporate governance), dan transparansi yang sangat ketat.

Dia bilang upaya ini juga menempatkan emiten berkode saham EMAS dalam jajaran elite korporasi global yang memiliki kredibilitas tinggi di mata pemodal institusi.

“Keberhasilan EMAS menembus Main Board HKEX dengan kode saham 6228 menunjukkan kualitas aset (khususnya Proyek Pani), manajemen, dan prospek bisnis EMAS telah memenuhi standar kualifikasi investor institusional global,” ujar Nafan.

Menurutnya, pencapaian ini memberikan sentimen positif yang kuat (booster) bagi citra investasi Indonesia secara keseluruhan.

Nafan bilang, ini juga menunjukkan kepada dunia Indonesia memiliki proyek tambang kelas dunia yang dikelola secara profesional oleh manajemen lokal.

Kehadiran HDR EMAS di Hong Kong juga diperkirakan akan memicu awareness investor asing yang selama ini mungkin belum melirik potensi BEI.

Hal ini membuktikan regulasi di Indonesia cukup adaptif untuk mendukung integrasi pasar keuangan domestik dengan pasar global secara berkelanjutan.

“Sebagai gerbang modal utama untuk kawasan Asia dan global, Hong Kong menawarkan ekosistem yang sangat likuid. EMAS berpeluang menarik sovereign wealth funds, hedge funds, dan investor institusional besar yang memiliki mandat investasi spesifik di sektor komoditas serta pertambangan,” jelasnya.

Dengan likuiditas yang lebih tinggi dan basis investor yang lebih luas berpotensi mendorong penemuan harga (price discovery) yang lebih optimal.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengerek valuasi saham EMAS, baik yang diperdagangkan di HKEX maupun di BEI melalui mekanisme arbitrase pasar.

Kepastian permodalan ini juga dinilai akan berdampak langsung pada operasional di lapangan.

Eksekusi proyek dapat berjalan sesuai dengan linimasa yang telah direncanakan oleh manajemen tanpa kendala modal.

“Dengan pendanaan yang lebih terjamin dari pasar global, risiko penundaan (delay) pada komersialisasi Tambang Emas Pani dapat diminimalisir,” kata Nafan.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan dual listing EMAS merupakan suatu hal positif.

Pasalnya, EMAS yakin dengan fundamental, bisnis, dan valuasinya.

Selain itu, dengan adanya dual listing, pelaku pasar dan investor global pun akan melirik saham EMAS.

“Ini artinya pelaku pasar dan investor percaya dengan perusahaan dari Indonesia, di tengah situasi dan kondisi yang terjadi saat ini,” kata Nico.

Dia juga mengatakan listing di HKEX menandakan bahwa EMAS menunjukkan bahwa memiliki kredibilitas yang sangat baik di pasar global, baik itu dari segi tata kelola dan transparansi.

Dengan masuk ke bursa HKEX yang menjadi pintu modal Asia dan pusat investor China, EMAS secara efektif masuk ke liga perusahaan tambang global.

“Ini adalah bentuk pengakuan internasional, bukan hanya terhadap EMAS tetapi juga terhadap kemampuan perusahaan Indonesia untuk memenuhi standar global,” kata Nico.

Sebelumnya, EMAS resmi memulai perdagangan di Main Board HKEX dengan kode saham 6228.

Dalam aksi korporasi ini, HDR perseroan ditawarkan pada harga 26,60 dollar Hongkong per Hong Kong Depositary Receipts (HDR), dengan ketentuan satuan perdagangan sebanyak 100 HDR per lot.

“Langkah ini membuka akses yang lebih luas bagi investor global terhadap proyek Tambang Emas Pani sekaligus memperluas basis investor perseroan,” tegas Nico.

Sumber:

– 30/06/2026

Temukan Informasi Terkini

Harita Nickel (NCKL) Kebut Tiga Proyek Strategis di Pulau Obi

baca selengkapnya

Prospek Kinerja INCO Cerah, Tekanan Harga Nikel Global Masih Jadi Tantangan

baca selengkapnya

Harita Nickel (NCKL) Tebar Dividen Rp 2,7 Triliun, Setara 30% Laba

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top