Harga tembaga terpantau mengalami kenaikain, setelah ekspor produk tembaga Indonesia dikabarkan mengalami keterlambatan gara-gara smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Mayar, Gresik mengalami kebocoran boiler pada akhir pekan lalu.
Logam ini diperdagangkan meningkat sebesar 0,60% menjadi US$14.160 per metrik ton di London Metal Exchange pada pukul 12.20 WIB, Selasa (11/8/2026).
Menurut sumber yang meminta anonimitas kepada Bloomberg, smelter Gresik tersebut dikabarkan akan ditutup untuk diperbaiki selama beberapa pekan ke depan.
Untuk diketahui, smelter pertama milik Freeport yakni PT Smelting ini dibangun pada 1996 bersama konsorsium Jepang dan dioperasikan oleh Mitsubishi. PT Smelting terletak di Gresik, Jawa Timur dan menjadi smelter tembaga pertama di Tanah Air.
PT Smelting disebut mampu mengolah 1.00.000 ton konsentrat tembaga menjadi 300.000 ton katoda tembaga setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam maupun luar negeri.
Kepada Bloomberg, Mitsubishi Materials mengonfirmasi operasi di fasilitas tersebut saat ini memang sedang ditangguhkan setelah terjadi gangguan pada 8 Agustus.
Bloomberg Technoz sudah mencoba menghubungi Freeport-McMoRan Inc dan perwakilan PT Freeport Indonesia. Namun, hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan dari keduanya.
Sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai mengirimkan pasokan konsentrat tembaga ke smelter katoda tembaga perseroan di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan pengiriman konsentrat dilakukan sebagai persiapan kembali beroperasinya smelter kedua Freeport, usai sebelumnya ditutup gegara pasokan konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) menurun.
Tony menyatakan smelter JIIPE di Manyar bakal mulai dibuka kembali pada September 2026 dan bakal meningkatkan kapasitas produksinya secara bertahap, mengikuti tingkat utilitas tambang bawah tanah GBC.
“Smelter nanti mulai September sudah mulai akan produksi lagi. Sementara ini, konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar biar volumenya cukup dulu baru kita bakar di furnace,” kata Tony usai Peluncuran dan Diskusi Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Dia juga mengungkapkan tambang bawah tanah GBC ditargetkan dapat beroperasi secara penuh atau mencapai utilitas 100% pada akhir 2027. (ros)
