Ekspor Satu Pintu dari Pemerintah, Ini Respons Indo Tambangraya (ITMG)

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyatakan menghormati langkah pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor pertambangan melalui sejumlah kebijakan baru yang tengah disiapkan.

Perseroan menegaskan akan mempelajari lebih lanjut ketentuan teknis serta petunjuk pelaksanaan sebelum mengambil langkah strategis terkait implementasi aturan tersebut.

Direktur ITMG Yulius Kurniawan Gozali, mengatakan perusahaan pada prinsipnya mendukung setiap upaya pemerintah yang bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola industri pertambangan nasional.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah yang belakangan terus mendorong penguatan pengelolaan sektor sumber daya alam dan perbaikan regulasi pertambangan.

“Kami menghormati kebijakan Pemerintah yang bertujuan memperkuat tata kelola sektor pertambangan. Kami masih mempelajari ketentuan serta petunjuk pelaksanaan dari kebijakan baru tersebut,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi, ITM akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai Perusahaan yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan, kami akan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait,” tambahnya.

Sikap ITM tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku industri di tengah berbagai perubahan kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah untuk memperkuat tata kelola sektor mineral dan batu bara.

Kebijakan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu memasuki fase transisi mulai awal Juni 2026. Meski pemerintah memberi ruang adaptasi hingga akhir tahun, pelaku industri dan investor masih menunggu kepastian mengenai dampak jangka panjang kebijakan tersebut terhadap kelancaran ekspor, fleksibilitas bisnis, hingga profitabilitas emiten batu bara.

Pemerintah menetapkan masa transisi sepanjang 2026 sebelum implementasi penuh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pengelola ekspor komoditas strategis mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Pada tahap awal ini, perusahaan tetap dapat melakukan ekspor secara mandiri seperti sebelumnya. Namun, seluruh aktivitas ekspor wajib dilaporkan kepada DSI melalui sistem yang terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

ITMG mencatatkan pendapatan senilai US$497,57 juta pada kuartal I/2026, atau setara dengan Rp8,45 triliun dengan asumsi kurs Rp16.993 per Maret 2026. Pendapatan tersebut naik 3,12% year on year (YoY) dari US$482,51 juta per kuartal I/2025.

Manajemen ITMG menyebut produksi batu bara tercatat sebesar 4,7 juta ton pada kuartal I/2026, turun dari 5,3 juta ton pada kuartal I/2025. Penurunan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca yang menghambat operasional tambang. Namun demikian, volume penjualan naik 6% menjadi 6,3 juta ton. Kenaikan penjualan itu berhasil menopang pendapatan meskipun harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) turun dari US$82 per ton menjadi US$79 per ton.

Dari sisi profit, Indo Tambangraya Megah mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$54,67 juta atau setara Rp929,07 miliar per Maret 2026. Laba bersih tersebut terkoreksi 15,84% YoY dari US$64,96 juta per Maret 2025.

Penurunan laba salah satunya disebabkan beban pokok pendapatan yang naik 5% secara tahunan seiring dengan meningkatnya penjualan batu bara. Hal itu termasuk kontribusi penjualan batu bara pihak ketiga sebesar 0,7 juta ton.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. Editor : Dwi Nicken Tari

Sumber:

– 02/06/2026

Temukan Informasi Terkini

RUPST Vale Indonesia Setujui Dividen 45,64 Juta Dollar AS

baca selengkapnya

MIND ID Kantongi Guyuran Dividen Rp277 Miliar dari Vale Indonesia (INCO)

baca selengkapnya

BUMI Kucurkan Pinjaman Rp 1,5 Triliun ke Arutmin

baca selengkapnya

Bersama, Kita Majukan Industri Pertambangan!

Jadilah anggota IMA dan nikmati berbagai manfaat, mulai dari seminar, diskusi strategis, hingga kolaborasi industri.

Scroll to Top