PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) terus memacu pengembangan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, seiring dengan peningkatan produksi dari fasilitas heap leach dan pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton per tahun (Mtpa).
EMAS, yang merupakan entitas anak PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), mencatat produksi emas meningkat signifikan pada kuartal II/2026. Produksi emas mencapai 15.594 ons, melonjak dibandingkan dengan 1.818 ons pada kuartal I/2026 seiring dengan berlanjutnya proses peningkatan kapasitas atau ramp-up operasi heap leach.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting dengan ditopang peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL berkapasitas 12 Mtpa.
“EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa. Pengembangan kedua fasilitas ini akan menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).
Dia mengatakan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung berjalan sesuai rencana. Perseroan pun tetap fokus mengembangkan Pani menjadi tambang emas berskala besar dengan umur tambang panjang.
Adapun pengembangan fasilitas heap leach dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih. Cell 1 dan Cell 2 telah selesai dibangun, sementara kapasitasnya akan terus ditingkatkan melalui peninggian tanggul hingga akhir 2026.
Pekerjaan lanjutan akan berlanjut pada 2027, bersamaan dengan pembangunan Cell 3 yang telah dimulai. Setelah seluruh pengembangan rampung, fasilitas heap leach Tambang Emas Pani ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 62 juta ton bijih.
Sementara itu, fasilitas CIL berkapasitas 12 Mtpa menjadi tahap pertumbuhan berikutnya bagi EMAS dan akan melengkapi operasi heap leach yang telah berjalan.
Fasilitas tersebut akan meningkatkan kapasitas pengolahan Tambang Emas Pani secara signifikan. Desain fasilitas juga mengakomodasi potensi peningkatan kapasitas hingga 24 Mtpa pada masa mendatang.
EMAS menyatakan pembangunan fasilitas CIL masih berjalan sesuai rencana. Persiapan lahan terus mengalami kemajuan dengan pengecoran beton pertama ditargetkan berlangsung pada awal kuartal IV/2026.
Pembangunan infrastruktur pendukung juga dilakukan secara paralel, termasuk fasilitas tailings serta tambahan pasokan listrik bersama PT PLN (Persero) untuk menopang peningkatan kapasitas operasi Tambang Emas Pani.
EMAS mulai mencatat produksi emas perdana dari Tambang Emas Pani pada 14 Februari 2026. Seiring proses ramp-up, produksi emas perseroan meningkat lebih dari delapan kali lipat secara kuartalan pada kuartal II/2026.
Dengan produksi heap leach yang terus meningkat serta pengerjaan fasilitas CIL 12 Mtpa yang berjalan sesuai rencana, EMAS menargetkan perluasan kapasitas produksi Tambang Emas Pani sebagai salah satu motor pertumbuhan jangka panjang perseroan. Editor : Hafiyyan
